Forgot Password Register

Di Australia, Uang Rp400 Ribu per Hari Tak Cukup untuk Kebutuhan Hidup

Di Australia, Uang Rp400 Ribu per Hari Tak Cukup untuk Kebutuhan Hidup Uang Dolar Australia (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Hidup dengan AU$40 atau Rp400 ribu lebih dalam sehari merupakan kenyataan pahit yang dialami 700 ribu lebih warga Australia. Mereka ini bergantung dari tunjangan pemerintah bernama Newstart.

Salah satu penerima tunjangan, Gae Guthrie (62) dari Hastings Point di New South Wales, terpaksa harus mengeruk tabungannya dan membiarkan penyakit menggerogoti dirinya.

"Tidak banyak yang bisa didapatkan," ujar Gae.

Ia mengaku makanan merupakan pengeluaran terbesar baginya dan kini ia sudah jarang membeli daging.

"Karena punya tulang yang rapuh, dokter bertanya kepada saya apakah saya makan daging. Saya jawab hampir tak pernah makan daging karena harganya tak terjangkau," katanya.

Baca juga: Jangan Anggap Kampungan, Produsen Sepeda Mulai Berinovasi Nih

Gae mengaku menerima AU$754 atau lebih dari Rp7,5 juta setiap dua minggu dari pemerintah, termasuk tunjangan Newstart, serta bantuan sewa tempat tinggal, bantuan pembelian obat dan tagihan listrik dan gas.

Ia kemudian harus membayar $364 per dua minggu untuk sewa tempat tinggal di karavan, asuransi rumah dan isinya, bensin, listrik, gas, air, tagihan kesehatan, dan biaya perawatan mobil, sisanya yang sedikit untuk makanan.

"Saya tidak tahu bagaimana orang bertahan hidup. Jika saya menghitung semuanya, akan selalu minus," katanya.

Dia mengaku beruntung karena punya tabungan yang telah dia gunakan terus-menerus.

Baca juga: Bitcoin Capai Posisi Tertinggi Selama 9 Bulan di Atas 7.000 Dolar AS

Jadi isu pemilu

Pas Forgione dari Dewan Layanan Sosial Australia (ACOSS) mengatakan jumlah uang tunjangan Newstart, secara riil, belum naik selama 25 tahun.

"Kami semakin sering mendengar dari para pencari kerja, bahwa mereka tidak punya uang cukup untuk membayar sewa tempat tinggal, tagihan, kesehatan dan biaya mencari pekerjaan," jelasnya.

Dia mengatakan ada perubahan pendapat umum mengenai tunjangan ini, yang bisa menjadi isu utama dalam Pemilu 18 Mei di Australia.

"Menurut jajak pendapat baru-baru ini, 72 persen warga Australia mendukung kenaikan tunjangan Newstart," tambahnya.

Tony Davies dari organisasi Social Futures di New South Wales, selama ini fokus mengurus tunawisma, perumahan, layanan bagi pemuda dan keluarga, serta disabilitas.

Baca juga: China Pangkas Harga Eceran Bensin dan Solar

Menurut dia, tunjangan Newstart bukannya membantu orang, malah menghalangi warga yang mencari kerja.

"Yang terjadi adalah mereka dipaksa masuk ke lingkaran hutang, mendapat penghinaan dan terisolasi," katanya.

Menurut Tony, untuk memutus siklus kemiskinan, tunjangan Newstart perlu setidaknya ditambah AU$75 atau lebih dari Rp750 ribu per minggu dan bantuan sewa menjadi $20, atau lebih dari Rp200 ribu, per minggu.

Pemimpin Oposisi Bill Shorten dari Partai Buruh dalam kampanye berjanji meninjau kembali pembayaran Newstart jika partainya memenangkan pemilihan. Ia mengakui nilai tunjangan saat ini terlalu rendah.

Tapi dia tidak menjelaskan berapa jumlah kenaikan yang dia rencanakan. Sementara itu, Perdana Menteri Scott Morrison dari Partai Liberal masih setuju dengan nilai tunjangan saat ini.

"Kita memiliki salah satu sistem tunjungan terbaik, bahkan yang terbaik dibandingkan negara-negara lain," katanya.

Di sisi lain, Partai Hijau menjanjikan peningkatan nilai tunjangan Newstart dengan kenaikan $75 per minggu.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More