Pantau Flash
Akibat Demo Catalan, Partai El Clasico Diundur
Mahathir Mohamad Dipastikan Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf
Nasihati Anak Muda, Jack Ma: Kebanyakan Orang Pintar Ingin Menang
KPK Geledah Kantor Dinas PU Medan
Sainsbury Akan Stop Berjualan Kembang Api

Di Musrenbang, Luhut: Jangan Seperti Freeport, Cangkul-cangkul Ekspor

Di Musrenbang, Luhut: Jangan Seperti Freeport, Cangkul-cangkul Ekspor Kegiatan operasional di PT Freeport Indonesia (Foto: Instagram/Kementerian ESDM)

Pantau.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan kekayaan laut Indonesia saat ini baru dimanfaatkan 8 persen saja. Padahal menurutnya, kekayaan laut Indonesia sangat luar biasa. 

"Mengenai laut ini, kita eksplorasi kan baru 8 persen di bawah 10 persen. Jadi kekayaan kita di laut itu luar biasa sekali," ujarnya saat ditemui saat menghadiri forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), di hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Kamis (9/5/2019).

Baca juga: 'Hobi' Tenggelamkan Kapal, Luhut Sentil Susi Soal Penangkaran Ikan

Ia mengungkapkan, Indonesia memiliki potensi dari kekayaan hasil laut mencapai USD1,3 miliar atau Rp18,59 triliun. 

"Jadi dari energinya, rare earth mineralnya, kemudian ikannya dan sebagainya dan itu kita punya data bahwa kita itu bisa punya potensi sampai 1,3 miliar USD dari laut. jadi memang luar biasa kaya," ungkapnya.

Kendati demikian kata Luhut saat ini kekayaan tersebut belum berhasil dikelola dimanfaatkan dengan baik. Menurutnya, harus ada upaya agar hasil laut memiliki nilai tambah lebih.

Baca juga: Puasa Baru 4 Hari, Harga Ayam Potong dan Telur Naik Rp2.000 Lebih

"Nah sekarang bagaimana kita ngolah nya itu supaya betul-betul pengolahan itu punya nilai tambah," katanya. 

Luhut membandingkan dengan Freeport yang puluhan tahun hanya mengekspor komoditas tambang semata, sehingga tidak ada nilai tambahnya bagi Indonesia.

"Jadi jangan lagi kita seperti berpuluh-puluh tahun sebelumnya seperti Freeport, cangkul, cangkul, cangkul ekspor. Kita harus ada nilai tambah dari semuanya. Apa aja yang kita buat. Sekarang teknologi sudah dimana-mana ada," pungkasnya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Reporter
Ratih Prastika
Category
Ekonomi

Berita Terkait: