Forgot Password Register

Headlines

Ditinggal 'Si Ibu Kota', Jakarta Hanya Kehilangan 1 Juta Penduduk

Ditinggal 'Si Ibu Kota', Jakarta Hanya Kehilangan 1 Juta Penduduk Kawasan Jakarta (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Pemerintah menjamin pemindahan ibu kota tidak akan mempengaruhi perekonomian yang bertumpu di Jakarta. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan/Menteri PPN, Bambang Brodjonegoro mengatakan kontribusi pemerintahan di Jakarta hanya sekira 20 persen. 

"Begini, kalau lihat komposisi PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Jakarta, berapa sih kontribusi dari pemerintahan? Tidak banyak, hanya sekitar 20 persen paling tinggi. Sekitar 80 persen dari swasta," ujarnya saat pemaparan di Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, Senin (13/5/2019).

Baca juga: Agar Hemat Anggaran, Pemindahan Ibu Kota Bertahap Mulai Tahun 2024

"Jadi kalau 20 persen ini dan itu kayak semua kan, pemerintahan di Jakarta tetap di Jakarta, itu hanya pemerintahan pusat yang pindah dari Jakarta," imbuhnya.

Sehingga kata dia, pertumbuhan ekonomi di Jakarta akan tetap digerakkan oleh sektor swasta. Pasalnya, pihaknya menilai hanya 1 juta yang berpindah dari total sekitar 10,3 juta orang. 

"Penduduk yang pindah katakan hanya 1 juta dari 10,3 juta, dengan Jabodetabek itu hampir 25 juta orang, itu yang akan membuat pertumbuhan ekonomi Jakarta tetap tinggi," imbuhnya. 

Baca juga: Tak Gentar Diancaman Trump, China Malah Siapkan Tarif Dagang Balasan

Lebih lanjut pihaknya juga justru menilai, Jakarta harus disiapkan menjadi pusat bisnis Indonesia terutama menyambut tahun 2045 dimana Indonesia diprediksi menjadi 5 besar ekonomi terbesar dunia. 

"Kita ingin mereka lebih mengangkat ke level regional agar bisa bersaing dengan Kuala Lumpur, Bangkok, dan Manila, serta menjadi pesaing Singapura. Sekarang ini kan hanya menjadi pusat Indonesia saja," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More