Pantau Flash
Prabowo: Rencana Pemindahan Ibu Kota Sudah Digodok Gerindra Sejak 2014
Anies Pastikan Pemprov DKI Lepas Saham di Perusahaan Bir Tahun Depan
Pemindahan Ibu Kota, Sri Mulyani: Kami Tidak Masukkan ke RAPBN 2020
Dua Kali Tertinggal, Madura United Tahan Imbang Persija 2-2
Zakir Naik Dipanggil Polisi Malaysia Terkait Berita Hoax dan China

DKI Jakarta Jadi Batu Sandungan Jawa Barat di PON 2020 Papua

DKI Jakarta Jadi Batu Sandungan Jawa Barat di PON 2020 Papua Ilustrasi Timnas Voli. (Pantau.com/Amin H. Al Bakki)

Pantau.com - Pelatih tim putra Jawa Barat, Teddy Hidayat mengaku kalau DKI Jakarta menjadi batu sandungan untuk timnya di Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2020. Sementara untuk Jawa Timur juga masih menjadi momok tersendiri untuk tim asal Parahyangan tersebut.

Jawa Barat menjadi tim pertama yang memastikan lolos kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 Papua, setelah mengalahkan tim asal Kalimatan Barat dengan 3-0 (25-11, 25-9, 25-18) di GOR Bulungan, Jakarta Selatan, pada Selasa 6 Agustus 2019 lalu. Sehiingga dengan ini pula mereka melaju kesemifinal dan akan menghadapi Jawa Tengah di semifinal pada 9 Agustus 2019 besok.

Baca juga: Kejurnas Voli 2019, Jadi Gambaran Peta Persaingan PON 2020 Papua

Melihat dari hasil Kejurnas sejauh ini, gambaran PON 2020 Papua bisa dilihat dari empat besar di Kejurnas tahun ini. Di luar Jawa Timur yang sudah memastikan lolos karena merupakan juara bertahan PON 2014 lalu, ada tiga lainnya yang akan menjadi batu sandungan untuk Jabar.

“Kalau sejauh ini, batu sandungan buat putra Jabar bisa datang dari DKI Jakarta dan Jawa Tengah. Kalau DI Yogyakarta dan Papua tidak terlalu sulit, karena satu level masih di bawah kita,” ujar Teddy Hidayat saat dihubungi, Kamis (8/8/2019).

Sedangkan untuk Jawa Timur pun masih menjadi momok untuk Jawa Barat. Bahkan bukan hanya tim asal Parahyangan saja tetapi semua provinsi mengaku kalau Samator cukup menakutkan untuk tim lain. Seperti diketahui bahwa pemain yang memperkuat tim Jawa Timur adalah kebanyakan tim nasional yang memperkuat Asian Games 2018 dan tentu untuk SEA Games 2019 nantinya.

Baca juga: Kejurnas PASI 2019 Jadi Seleksi SEA Games dan Kualifikasi Pra-PON 2020

Sementara Jawa Timur, kita sudah tahu bahwa mereka berkekuatan pemain Samator. Hanya mereka punya toser pemain muda. Jadi bisa dibilang masih ada peluang semua di PON nanti.

Namun guna memperkokoh komposisi timnya, Teddy mengaku masih akan melakukan seleksi kembali selepas babak kualifikasi PON ini selesai. Bahkan ia mengaku kalau sedang mengincar pemain muda yang sempat memperkuat tim Asean School Games (ASG) Indonesia 2019 bulan lalu.

"Sebenarnya kalau melihat kekuatan, di semua lini sudah komplit kita. Tinggal saya ingin mencari pemain muda untuk menambah jam terbang mereka, ini penting untuk regenerasi. Seleksi akan dilakukan setelah Kejurnas ini. Saya mengincar pemain ASG yang di posisi quicker atau all around," tuntasnya.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - WIL
Category
Olahraga