Pantau Flash
Amnesti Internasional Sebut Facebook Dan Google Ancam HAM Sedunia
Erick Thohir Resmi Tetapkan Ahok dan Chandra Hamzah sebagai Pimpinan BUMN
Juan Cuadrado Perpanjang Kontrak Bersama Juventus hingga 2022
Terduga Pembobol Bank DKI Bertambah Jadi 41 Orang
Resmi! Bamsoet Nyatakan Maju Tantang Airlangga di Munas Golkar

Donald Trump Klaim AS Capai Kesepakatan Perdagangan dengan Jepang

Headline
Donald Trump Klaim AS Capai Kesepakatan Perdagangan dengan Jepang Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengadakan pertemuan bilateral selama KTT G7 di Biarritz, Prancis, 25 Agustus 2019. (Foto: Reuters/Carlos Barria)

Pantau.com - Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Senin (16 September 2019) bahwa Washington telah mencapai kesepakatan perdagangan dengan Tokyo. Hal tersebut dapat dilakukan tanpa persetujuan kongres.

Dalam suratnya kepada Kongres AS yang dirilis oleh Gedung Putih, Trump mengatakan bahwa ia bermaksud untuk membuat perjanjian tentang hambatan tarif dan perdagangan digital dalam beberapa minggu mendatang.

Selain itu, Trump juga memberitahu anggota parlemen bahwa kesepakatan tarif akan dibuat berdasarkan undang-undang perdagangan. Ini adalah sebuah ketentuan yang memungkinkan Presiden AS untuk melakukan pengurangan tarif timbal balik dengan proklamasi atau tanpa persetujuan kongres.

"Selain itu, saya juga akan menandatangani Perjanjian Eksekutif dengan Jepang tentang perdagangan digital," kata Trump dalam surat itu.

Baca juga: Soal Revisi UU Minerba, Jonan: Pernyataan Pemerintah Bisa Pengaruhi Harga

Berita yang dilansir dari Reuters mengatakan, kesepakatan melalui "jalur cepat" tidak akan membutuhkan persetujuan kongres. Pemerintahan Trump tahun lalu memberi tahu kongres bahwa mereka akan melakukan negosiasi dengan Jepang berdasarkan metode ini

Meski demikian Trump tidak menjelaskan apakah ia telah setuju atau belum untuk mengenakan tarif impor pada kendaraan dan suku cadang mobil asal Jepang. Tokyo sendiri ingin bernegosiasi dengan Washington agar terhindar dari kebijakan kenaikan tarif impor sebesar 25 persen.

"Pada tahap akhir, kami berencana untuk mengkonfirmasi ulang bahwa 232 tidak akan dikenakan," Menteri Luar Negeri Toshimitsu Motegi, negosiator utama Jepang, mengatakan pada konferensi pers reguler di Tokyo pada hari Selasa (16/9/2019).

Trump dan Perdana Menteri Shinzo Abe pada bulan Agustus mengumumkan kesepakatan yang mencakup pengurangan tarif pada barang-barang pertanian dan industri, tetapi tidak untuk mobil.

Seorang juru bicara Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer tidak dapat segera dihubungi untuk mengomentari surat dan kesepakatan dagang tersebut.

Trump dan Abe mengatakan pada KTT G7 di Prancis bahwa mereka berharap untuk menandatangani perjanjian di Majelis Umum PBB bulan ini di New York.

Baca juga: Fasilitas Kilang Aramco Diserang, Saudi Genjot Pemulihkan Produksi Minyak

Surat Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat akan melanjutkan negosiasi perdagangan lebih lanjut dengan Jepang.

Para pejabat industri teknologi AS mengatakan mereka berharap perjanjian perdagangan digital dengan Jepang akan selaras dengan ketentuan dalam Perjanjian AS-Meksiko-Kanada (USMCA) yang baru, yang mengikuti model AS untuk pengembangan internet.

Ketentuan USMCA bertujuan untuk memastikan aliran data lintas batas yang bebas tanpa pajak, melarang persyaratan pelokalan server data, dan membatasi kemampuan pemerintah untuk meminta pengungkapan kode sumber oleh perusahaan yang mereka atur.

Bagi Trump, penandatanganan bahkan perjanjian perdagangan parsial dengan Jepang yang sebagian besar berpusat pada pertanian, akan memberikan sedikit bantuan kepada petani AS. Para petani telah terpukul oleh perang dagang 14 bulan dengan Cina dan kehilangan pangsa pasar.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: