Forgot Password Register

Headlines

Duh, Pemerintah Pesimistis Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 2018

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution (Foto: Instagram/perekonomianri) Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution (Foto: Instagram/perekonomianri)

Pantau.com - Pemerintah menilai sulit mengejar pertumbuhan ekonomi sesuai dengan target APBN 2018 sebesar 5,4 persen. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, meski sektor riil berjalan baik namun menurutnya jika transaksi finansial kurang sehat maka akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi.

"Karena saya bilang tadi kalau sektor riilnya berjalan baik-baik saja itu dengan berjalannya waktu, dimana transaksi finansialnya kurang baik kurang sehat akan ada pengaruhnya ke pertumbuhan," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat (14/9/2018).

Ia menambahkan, meski di dunia pengaruh dari kurang baiknya transaksi finansial ke pertumbuhan ekonomi masih cukup kecil, namun sudah terdampak dari perdagangan internasional. 

"Walaupun dunia sekarang pengaruh terbesarnya belum pada pertumbuhan, udah ada yang mulai kena sedikit tetapi yang pertama kena ternyata perdagangan internasionalnya," katanya. 

Baca juga: Sebut Ekonomi Global bak Avenger Infinity War, Siapa Thanos yang Dimaksud Jokowi?

Darmin menambahkan, bila perdagangan internasional sudah mulai melambat maka pertumbuhan tentu juga akan terpengaruh. Sehingga menurutnya, cukup sulit mencapai pertumbuhan ekonomi Indonesia sesuai dengan target APBN 2018 sebesar 5,4 persen.

"Jadi enggak bisa kita rencanakan 5,4 persen itu mempertahankan, itu sudah perjuangan besar, bisa-bisa dia turun ke 5,3 persen. karena mungkin tidak tahun ini dia kena pengaruh pertumbuhannya, tapi tahun depan. Enggak ada yang imun terhadap itu," paparnya.

Sehingga hal inilah yang sedang dihadapi. Pihaknya mengaku akan menghadapi dan mencari tahu dari sisi ekspor yang bisa digenjot dan menahan laju impor, dan memastikan program Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). 

"Jadi itulah situasinya. Kita akan hadapi, kita akan coba atasi, kita tahu apa yang harus kita lakukan dan yang pertama ya ekspornya gimana supaya naik, kedua impornya bagaimana jangan terlalu cepat, ketiga bagaimana supaya TKDN-nya lebih baik," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More