Pantau Flash
Intake Manifold Plastik Diketahui Meleleh, Volvo Tarik 507.353 Kendaraan
Bima Sakti Tetapkan 23 Pemain Isi Skuad Garuda Asia di Piala AFF U-15
BNPB Sebut Tujuh Provinsi Ini Terdampak Kekeringan
KPK Benarkan Pemprov Papua Belum Berhentikan ASN Terlibat Korupsi
Atletik Juara Umum ASEAN Schools Games 2019

Ekonom Ramalkan Potensi Bank Indonesia Turunkan Suku Bunga Acuan

Ekonom Ramalkan Potensi Bank Indonesia Turunkan Suku Bunga Acuan Bank Indonesia (Foto: Pantau.com/Yusuf Fadila)

Pantau.com - Tim Ekonomi Bank Mandiri menyatakan adanya potensi ruang penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI 7-Day Repo Rate, yang saat ini masih dipertahankan pada 6,0 persen, menjadi 5,75 persen, pada 2019.

"Kami melihat terdapat ruang bagi BI untuk memangkas BI-7DRRR pada akhir tahun ini sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen," kata Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro dalam pemaparan di Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Andry menjelaskan terdapat tiga faktor yang dapat menentukan arah pergerakan suku bunga acuan bank sentral hingga akhir tahun yaitu tingkat inflasi, pergerakan suku bunga acuan Bank Sentral AS (The Fed) dan posisi neraca pembayaran.

Baca juga: Diancam Tarif Balasan 60 Miliar Dolar AS, Trump Ciut Nyali Hingga...

Ia mengatakan saat ini laju inflasi nasional masih stabil dan terjaga pada kisaran 2,83 persen tahun ke tahun (yoy) hingga April 2019.

Sedangkan, hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada Maret 2019 juga mengindikasikan The Fed tidak akan menaikkan suku bunga acuan pada tahun ini.

Kebijakan Bank Sentral AS yang lebih dovish tersebut memberikan dampak positif kepada pasar keuangan global dan mendorong masuknya arus modal asing ke negara berkembang termasuk Indonesia.

Baca juga: Tarif Tol Bakauheni-Terbanggi Besar Diberlakukan 17 Mei 2019

Kemudian, defisit neraca transaksi berjalan (CAD) yang menyusut pada triwulan I-2019, atau kisaran 2,6 persen terhadap PDB, bisa memberikan dukungan kepada ruang pemotongan suku bunga acuan BI.

"Seiring dengan terus membaiknya neraca perdagangan barang, kami memperkirakan CAD akan berkurang menjadi pada kisaran 2,6 persen terhadap PDB pada keseluruhan 2019," kata Andry.

Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: