
Pantau - Jaksa federal Amerika Serikat di Washington DC tengah melanjutkan penyelidikan pidana terhadap Ketua Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell, terkait dugaan pelanggaran dalam kesaksiannya di hadapan Senat.
Informasi ini pertama kali dilaporkan oleh CNBC pada Rabu, 28 Januari 2026, dengan mengutip sumber anonim yang mengetahui langsung proses penyelidikan.
Hingga saat ini, The Fed belum memenuhi panggilan pengadilan juri yang dilayangkan oleh Departemen Kehakiman AS.
Panggilan Juri dan Ancaman Dakwaan Pidana
Departemen Kehakiman AS secara resmi mengirimkan panggilan pengadilan juri kepada The Fed pada 9 Januari 2026.
Panggilan tersebut disertai dengan ancaman kemungkinan pengajuan dakwaan pidana terkait kesaksian Powell dalam sidang Komite Perbankan Senat AS pada Juni 2025.
Dalam pernyataan tertulis pada 11 Januari lalu, Powell membela keputusan The Fed dalam menetapkan suku bunga.
"Ancaman dakwaan pidana ini merupakan konsekuensi dari langkah Federal Reserve yang menetapkan suku bunga berdasarkan penilaian terbaik kami mengenai apa yang akan bermanfaat bagi publik, alih-alih mengikuti preferensi Presiden," tegasnya.
Powell: Kepercayaan Publik Adalah Hal Utama
Saat konferensi pers pada hari Rabu, Powell menolak memberikan keterangan lebih lanjut mengenai respons The Fed terhadap proses hukum tersebut.
"Saya tidak memiliki informasi apa pun untuk disampaikan terkait hal itu hari ini," ujarnya singkat.
Namun, Powell menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik terhadap independensi bank sentral.
"Apabila masyarakat kehilangan kepercayaan bahwa The Fed membuat keputusan demi kepentingan publik dan bukan untuk menguntungkan kelompok tertentu, maka kepercayaan itu akan sulit untuk diraih," katanya.
Ia juga menyarankan agar penerusnya menjauh dari pengaruh politik elektoral, guna menjaga kredibilitas lembaga.
- Penulis :
- Aditya Yohan







