Forgot Password Register

Eni Saragih Kembalikan Uang ke KPK (Lagi), Sebesar Rp1,3 Miliar

Eni Saragih Kembalikan Uang ke KPK (Lagi), Sebesar Rp1,3 Miliar Eni Saragih (Foto: Antara/Reno Esnir)

Pantau.com - Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih kembali mengembalikan uang ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebanyak Rp1,3 miliar. Uang itu terkait dengan perkara suap proyek PLTU Riau-1 yang menjerat Eni. 

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, pengembalian uang itu merupakan yang keempat kali dilakukan Eni Saragih. 

"Tadi ES telah menyampaikan pengembalian uang Rp1,3 miliar yang telah disetor ke rekening bank penampungan KPK pada Senin, 5 November 2018 lalu," kata Febri di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (6/11/2018). 

Baca juga: Usai 7 Jam Diperiksa KPK, Mantan Sekretaris MA Pilih Bungkam

Sebelumnya Eni telah menyetor uang ke KPK dengan total Rp2,25 miliar dalam tiga kali pengembalian. Uang tersebut diduga diberikan oleh pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo kepada Eni. 

Pemberian uang itu terungkap dalam surat dakwaan Kotjo yang telah dibacakan Jaksa Penuntut Umum KPK di Pengadilan Tipikor. Disebutkan bahwa Eni menerima uang sebanyak Rp4,7 miliar dari Kotjo. 

Dari total uang itu, Rp2 miliar di antaranya diakui Eni Saragih digunakan untuk membiayai kegiatan munaslub Golkar. Pada 7 September 2018, dikabarkan salah satu pengurus Golkar melakukan pengembalian uang ke KPK sebanyak Rp712 juta. 

Baca juga: KPK Periksa Direktur Keuangan PT MSU Terkait Kasus Suap Meikarta

"Total pengembalian uang di penyidikan ini adalah Rp4,26 miliar. Dari ES Rp3,55 miliar dalam empat tahap dan dari panitia Munaslub Golkar Rp712 juta," jelas Febri. 

Namun Febri tidak menjelaskan apakah Rp1,3 miliar yang dikembalikan Eni merupakan juga pemberian dari Kotjo atau ada pihak lain yang turut memberikan suap. 

"Tentu nanti akan diproses lebih lanjut di persidangan apakah ada dugaan penerimaan lain atau tidak. Tapi sejauh ini memang Rp3,55 miliar itu lah yang diakui telah diterima. Apakah ada penerimaan dari pihak lain tentu akan diproses di persidangan," pungkasnya. 


Share :
Komentar :

Terkait

Read More