Pantau Flash
Indonesia Pimpin Klasemen ASEAN School Games 2019
Marc Klok: Saya Jamin PSM Juara Piala Indonesia 2018-2019
Harga Cabai Merah Keriting Tembus Rp100.000 per Kilogram
Satu Anggota YONIF 755 Tertembak dalam Kontak Senjata di Nduga
Kevin/Marcus Tantang Hendra/Ahsan di Final Indonesia Open 2019

Usai 7 Jam Diperiksa KPK, Mantan Sekretaris MA Pilih Bungkam

Usai 7 Jam Diperiksa KPK, Mantan Sekretaris MA Pilih Bungkam Gedung KPK (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) selama hampir tujuh jam. Ia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Eddy Sindoro terkait perkara suap panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Nurhadi keluar dari gedung KPK sekitar pukul 16.27 WIB. Ia enggan menjawab satu pun pertanyaan yang diajukan wartawan. Sambil dikawal satu orang, ia terus berjalan keluar gedung menuju mobil pribadinya yang menunggu di luar. 

Baca juga: Suap Meikarta, KPK Periksa Kabid Tata Tuang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi

Pemeriksaan hari ini merupakan panggilan ulang dari penyidik KPK. Sebelumnya Nurhadi telah dijadwalkan menjalani pemeriksaan pada 29 Oktober 2018 bersama istrinya Tin Zuraida. Namun keduanya kompak mangkir dari panggilan KPK. 

Kasus suap panitera PN Jakarta Pusat ini bermula saat KPK melakukan operasi tangkap tangan pada April 2016. Dari operasi senyap itu KPK menetapkan status tersangka kepada panitera PN Jakpus Edy Nasution dan pegawai PT Artha Pratama Anugerah Doddy Aryanto Supeno, orang kepercayaan Eddy Sindoro. 


Dalam OTT tersebut KPK menyita uang Rp50 juta yang diduga untuk mengatur Peninjauan Kembali (PK) perkara terkait Lippo Group di MA. 

Di hari yang sama saat operasi tangkap tangan, KPK juga menggeledah kediaman Nurhadi. Dalam prosesnya, KPK kembali menggeledah empat lokasi lain termasuk rumah dan kantor Nurhadi. Dari rumah Nurhadi KPK menyita uang Rp1,7 miliar dalam bentuk mata uang dolar Singapura, dolar Amerika, Euro, dan Riyal. Uang diduga berkaitan dengan pengajuan PK sejumlah perkara perdata di MA. 

Baca juga: KPK Kembali Panggil Mantan Sekretaris MA Terkait Kasus Mantan Bos Lippo Group

Nurhadi dan istrinya juga pernah diperiksa untuk Edy dan Doddy pada 24 dan 30 Mei 2016 serta 3 Juni 2016. Sedangkan Tin Zuraida yang merupakan mantan kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Badan Litbang Diklat Hukum dan Peradilan MA sudah pernah diperiksa pada 1 Juni 2016.

Pada Agustus 2018, Nurhadi pernah menjadi saksi di persidangan Doddy Aryanto Supeno. Ketika itu, Nurhadi mengakui bahwa mantan petinggi Lippo Group, Eddy Sindoro, pernah meminta untuk membantu mengurus salah satu perkara pengajuan peninjauan kembali (PK). Namun Nurhadi tidak ingat perkara apa yang dimintakan oleh Eddy Sindoro.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Adryan Novandia
Reporter
Lilis Varwati
Category
Nasional

Berita Terkait: