Forgot Password Register

Eni Saragih Klaim Uang Rp 1,3 Miliar Seluruhnya Berkaitan dengan Kasus PLTU Riau-1

Eni Saragih Klaim Uang Rp 1,3 Miliar Seluruhnya Berkaitan dengan Kasus PLTU Riau-1 Eni Saragih usai diperiksa KPK (Foto: Pantau.com/Lilis Varwati)

Pantau.com - Wakil Ketua Komisi VII DPR non aktif Eni Maulani Saragih mengakui uang Rp1,3 miliar yang ia kembalikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) termasuk pemberian dari pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo.

Uang itu juga yang pernah digunakan untuk biaya pelaksanaan Munaslub Golkar pada Desember 2017. 

"Saya kembalikan lagi sekitar Rp1,3 miliar. Jadi jumlah yang pernah diberi Kotjo Rp4,7 miliar, semua sudah dikembalikan pada KPK. Pokoknya ini masih urusan PLTU semua. Semua yang dari Munaslub sudah tutup semua," kata Eni usai jalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (6/11/2018).

Baca juga: Eni Saragih Kembalikan Uang ke KPK (Lagi), Sebesar Rp1,3 Miliar

Eni enggan menjelaskan dengan gamblang apakah ada pemberian suap dari pihak lain selain Kotjo. Namun ia memastikan bahwa seluruh uang suap yang diberikan kepadanya terkait proyek PLTU Riau-1 telah dikembalikan seluruhnya ke KPK. 

"Pokoknya Insya Allah soal PLTU tadi yang sudah saya terima, yang dikeluarkan dari Pak Kotjo sudah saya dikembalikan. Untuk sementara ini urusan PLTU sementara ini saya tutup dulu. Pokoknya saya sudah sampaikan ke penyidik semua, penerimaan-penerimaan yang lain. Ini bentuk kooperatif saya kepada KPK," pungkasnya. 

Baca juga: Kata Eni Saragih, Bukan Setnov yang Suruh Gunakan Uang Suap untuk Munaslub Golkar

Sebelumnya, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan saat persidangan nanti KPK akan membuka apakah benar ada penerimaan lain terkait proyek PLTU yang diterima Eni. 

"Tentu nanti akan diproses lebih lanjut di persidangan apakah ada dugaan penerimaan lain atau tidak. Tapi sejauh ini memang Rp3,55 miliar itu lah yang diakui telah diterima. Apakah ada penerimaan dari pihak lain tentu akan diproses di persidangan," pungkasnya. 

Share :
Komentar :

Terkait

Read More