Pantau Flash
Voli Pantai Indonesia Melaju ke Semifinal Turnamen World Beach Games
KPK OTT Bupati Indramayu
PDIP Pasrahkan Kabinet ke Jokowi
AICHR Desak Diterapkannya Perjanjian ASEAN Soal Kabut Asap Lintas Batas
Tol Langit Diprediksi Tingkatkan Ekonomi Digital Indonesia Timur

Erupsi Gunung Karangetang: Jalanan Tertutup Material Vulkanik hingga 50 Meter

Erupsi Gunung Karangetang: Jalanan Tertutup Material Vulkanik hingga 50 Meter Erupsi Gunung Karangetang di Pulau Siau, Sulawesi Utara. (Foto: Antara/Adwit B Pramono)

Pantau.com - Akses jalan dan dua bentangan jembatan menuju ke Kampung Batubulan, Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara rusak pascaerupsi Gunung Karangetang.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho melalui pernyataan tertulis yang diterima di Manado, Selasa (12/2/2019) mengatakan, jalan akses tertutup material vulkanik hingga ketinggian 50 meter dengan luasan 300 meter persegi.

Begitu pun dengan dua unit jembatan, sebagaimana data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sitaro dilaporkan rusak berat.

Baca juga: Ratusan Warga Batubulan Terisolir Akibat Erupsi Gunung Karangetang Sulut

"Pemerintah daerah setempat dan unsur terkait lain, seperti TNI, Polri dan sukarelawan telah melakukan upaya penanganan darurat," kata Sutopo.

Evakuasi dan pemenuhan kebutuhan dasar disediakan oleh pemerintah kepada para penyintas, dan BNPB turut mendukung penguatan pos komando dalam penanganan darurat.

Berdasarkan pemantauan PVMBG, kata dia, sungai-sungai yang berpotensi menjadi jalur aliran lava dan guguran dari kawah dua antara lain Sungai Melebuhe, Batuare, Batukole, Saboang, Niambangeng, Sumpihi, Kiawang, Kinal, dan kawahang.

Sementara itu, awan panas guguran maupun aliran lava saat ini masih mengarah ke Sungai Melebuhe, namun berpotensi untuk berubah arah menuju ke Kali Batukore dan Batuare, serta Saboang. Volume material vulkanik dapat berpotensi menjadi lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu dari kawah dua dan kawah utama, ujarnya.

Baca juga: PVMBG Tetapkan Zona Berbahaya Sektoral Gunung Karangetang

Menghadapi aktivitas vulkanik yang masih terus berlangsung, PVMBG juga merekomendasikan kepada warga menyiapkan masker penutup hidung dan mulut mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernafasan jika terjadi hujan abu, katanya.

Gunung Karangetang yang berjarak 146 kilometer dari Kota Manado ini berstatus level III (siaga) sejak 20 Desember 2018 lalu. PVMBG melaporkan bahwa hingga kini kegempaan vulkanik masih fluktuatif, kata Sutopo.

PVMBG merekomendasikan warga yang menetap di Kampung Batubulan, Kampung Niambangeng dan Kampung Beba untuk dievakuasi ke tempat yang aman dari ancaman guguran lava atau awan panas.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi
Category
Nasional

Berita Terkait: