Pantau Flash
Pelabuhan Merak-Bakauheni Titik Krusial Mudik Natal dan Tahun Baru 2020
Saut Situmorang: Korupsi Bikin Kiamat Suatu Negara
3 Wakil Indonesia Berebut Medali Emas Bulutangkis SEA Games 2019
43 Orang Tewas Setelah Si Jago Merah Lalap Gedung 6 Lantai
Zulkifli Hasan: Jualan Surga dan Negara Sudah Tidak Laku di Pilpres

Fahri Hamzah Soal Polemik Ahok Pimpin BUMN: Kesalahan Tuan Erick Thohir

Headline
Fahri Hamzah Soal Polemik Ahok Pimpin BUMN: Kesalahan Tuan Erick Thohir Ilustrasi Ahok. (Pantau.com/Amin H. Al Bakki)

Pantau.com - Fahri Hamzah berkomentar terkait munculnya nama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai pemimpin salah satu BUMN strategis di Indonesia. Menurutnya hal itu adalah kesalahan dari Menteri BUMN Erick Thohir.

Melalui akun Twitter-nya @Fahrihamzah, ia menilai Erick Thohir terlalu terburu-buru memunculkan nama Ahok hingga berakhir dengan banyaknya hujatan di negeri ini.

"Kesalahan Tuan Erick Thohir adalah bicara nama (Ahok) sebelum bicara ide memperbaiki BUMN," tulisnya seperti dilihat Pantau.com, Sabtu (16/11/2019).

Baca juga: Ma'ruf Amin Beberkan Fakta Terkini Soal Ahok Jadi Petinggi di BUMN

Parahnya, sambung mantan Wakil Ketua DPR RI itu, polemik setelah munculnya nama eks Gubernur DKI Jakarta itu diiringi dengan penjelasan lengkap dari BUMN. Menurutnya, Ahok menjadi pihak yang disorot, walaupun belum menjabat,

"Lalu Gegara Kementerian BUMN tidak menjelaskan status Ahok dari awal, dia gak ngapain jadi babak belur. Padahal menjabat belum tentu," pungkas pimpinan Partai Gelora itu.

Baca juga: Soal Ahok Jadi Bos BUMN, Begini Tanggapan Sandiaga

Sebelumnya,  Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan, belum ada pembahasan antara dirinya dengan Presiden Joko Widodo terkait masuknya nama mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam bursa seleksi pejabat di badan usaha milik negara (BUMN).

"Belum dibahas di TPA (Tim Penilai Akhir), belum. Saya dengar, informasi yang saya terima, masih diproses. Yang difokuskan di TPA itu tentang pemberhentian tujuh pejabat di lingkungan BUMN," kata 

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Nasional

Berita Terkait: