Pantau Flash
Kalahkan Chelsea di Stamford Bridge, Liverpool Kokoh di Puncak Klasmen
Hasil Balap F1 GP Singapura: Vettel Juara, Hamilton Tak Dapat Podium
Marc Marquez Juara GP Aragon, Gelar Keenam Semakin Dekat
Kalahkan Hendra/Ahsan, Kevin/Marcus Juara China Open 2019
Kalah dari Momota, Ginting Gagal Pertahankan Gelar China Open

Fahri pada Jokowi: Tugas Bapak Bukan Jadi Mandor Jalan Tol

Headline
Fahri pada Jokowi: Tugas Bapak Bukan Jadi Mandor Jalan Tol Fahri Hamzah (Foto: Pantau.com/Bagaskara Isdiansyah)

Pantau.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan jika tidak ada pemimpin negara yang selalu melihat langsung perkembangan jalan tol yang tengah digodok. Ia pun menyatakan telah mengecek pembangunan jalan tol mencapai 8 kali.

"Tunjukkan kepada saya presiden mana yang ngecek jalan sampai 8 kali. Kalau presidennya datang 8 kali, menterinya pasti datang 16 kali untuk pastikan target dan kualitas bahwa proyek ini berjalan," tantang Jokowi di Istora GBK.

Baca juga: Fahri Hamzah Minta Investigasi Bom Sibolga Dilakukan Transparan

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah ikut berceletuk. Ia dengan santai meminta kepada Jokowi untuk lebih serius memimpin negara daripada mengurusi jalan tol.

"Memang itu bukan tugas Presiden pak. Tugas bapak itu pimpin negara bukan mandor jalan tol dibiayai hutang pak," tulis Fahri di akun Twitter-nya, yang dikutip Pantau.com, Sabtu (23/3/2019).

Lantas, politikus kelahiran Sumbawa NTB itu meminta Jokowi untuk melakukan kroscek ke wilayah-wilayah terpapar bencana di bagian Timur Indonesia.

"Bapak ke Sentani sana, gairahkan papua. Kalau mau cek, tanya kenapa 7 bulan bantuan rumah NTB belum cair? 7 bulan pak! Paaakkk!," pungkas mantan kader PKS itu.

Baca juga: Jokowi Melayat ke Rumah Duka Wadir Relawan TKN Muhammad Yamin

Seperti diketahui, Lombok NTB diguncang gempa hebat berkekuatan 6,4 SR pada Juli 2018 silam. Banyak bangunan hancur, seperti yang dicatat BPBD NTB mengatakan verifikasi rumah oleh tim teknis Kabupaten/Kota itu untuk rusak berat (RB) 75.138, untuk rusak sedang (RS) 33.075, untuk rusak ringan (RR) 108.306. Jadi terverifikasi itu adalah 216.519, per Januari 2019 lalu.

Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa pusat gempa Lombok terletak pada koordinat 8,30 lintang selatan dan 116,60 bujur timur dengan kedalaman 10 kilometer. Pusat gempa berada di laut pada jarak 24 km timur laut Kabupaten Lombok Timur, 36 km timur laut Kabupaten Lombok Utara, 37 km barat laut Pulau Panjang, Kabupaten Sumbawa, dan 63 km timur laut Kota Mataram.

Sedangkan yang terbaru, banjir Bandang menerjang Sentani, Jayapura, Papua. 105 korban jiwa berjatuhan. Kepala BPBD Provinsi Papua Welliam R. Manderi, di Jayapura mengatakan, untuk korban yang dilaporkan hilang yakni 94 jiwa, luka ringan 808 orang dan luka berat 107 orang.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Nasional

Berita Terkait: