Forgot Password Register

Headlines

Fakta Brenton Tarrant, Pelaku Penembakan Masjid di Selandia Baru

Fakta Brenton Tarrant, Pelaku Penembakan Masjid di Selandia Baru Korban penembakan di Masjid Al Noor, Selandia Baru. (Foto: Reuters/Martin Hunter)

Pantau.com - Setidaknya 40 orang dilaporkan terbunuh dan puluhan orang mengalami luka-luka ketika seorang pria bersenjata secara membabi-buta menembaki orang-orang yang ada di dua masjid di Selandia Baru.

Kronologi dimulai saat seorang pria bersenjata berusia 28 tahun bernama Brenton Tarrant memasuki Masjid Al Noor di Kota Christchurch sekitar pukul 13.40 waktu setempat, Jumat (15/3/2019). Ia secara membabi-buta menembaki sekitar 300 orang yang berada di dalam masjid.

Masjid kedua di Linwood Avenue juga dilaporkan telah diserang, polisi mengatakan, terdapat tiga orang, termasuk Tarrant, dan seorang wanita yang telah diperiksa otoritas terkait peristiwa nahas itu.

Baca juga: Ini Identitas Pelaku Penembakan Mengerikan di Masjid Selandia Baru

Merekam aksi penembakan

Melansir Sputnik, Jumat (15/3/2019), Tarrant merekam aksi kejinya dalam sebuah video berdurasi 17 menit, yang memperlihatkan beberapa senjata dan amunisi yang di ambil dari mobil miliknya. Ia kemudian berjalan ke dalam masjid dengan langsung menembaki orang-orang tanpa pandang bulu.

Polisi mengimbau para pengguna media sosial untuk tidak menyebarkan video milik Tarrant secara online. Video itu diperkirakan diambil lewat kamera yang dipasang di helm yang ia gunakan.

Usai menembaki orang-orang, Tarrant terlihat berjalan ke mobilnya untuk mengambil beberapa amunisi dari bagasi mobilnya. Ia kemudian kembali ke masjid mencari korban dan kembali menembaki para korban yang sudah berjatuhan tak bergerak.

Great Replacement 

Sebelum melakukan penembakan, Tarrant menggunggah sebuah pernyataan dengan 73 halaman dalam akun Twitternya dan komunitas online 8chan dengan menjelaskan secara detail mengapa ia telah melakukan kejahatan itu.

Dalam pernyataannya dengan judul 'Great Replacement', ia mengatakan dirinya berusia 28 tahun yang terlahir di Australia dengan kelas pekerja dari keluarga berpenghasilan rendah.

Ia mencatat bahwa ia sengaja menggunakan senjata untuk menimbulkan perselisihan di Amerika Serikat atas perubahan ketentuan dalam menjamin hak untuk pemegang senjata. 

Baca juga: Kemlu: 2 WNI Terkena Tembakan dalam Serangan Masjid di Selandia Baru

Tarrant mengatakan, ia awalnya menargetkan serangan ke sebuah masjid di Dunedin, tetapi merubah menjadi Al Noor dan masjid Masjid karena kedua masjid itu jauh dari 'para penyerbu'.

"Menurut definisi, jawabannya ada benar. Ini adalah serangan teroris, Tapi saya percaya itu adalah tindakan partisan yang melawan pasukan pendudukan," ucapnya dalam pernyataan itu.

Ia juga mengatakan awalnya ia tidak merencanakan serangan di Selandia Baru, namun ia menemukan bahwa Selandia Baru merupakan lingkungan dengan target kaya seperti tempat lain di Barat.

Ekstremis dan kekerasan teroris

Sementara itu, Perdana Menteri Australia Scott Morrison telah menyatakan penembak di masjid di Chistchurch merupakan warga negara Australia, dengan menggambarkan Tarrant sebagai ekstremis sayap kanan dan melakukan kekerasan teroris.

Sebelumnya, Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern menggambarkan penembakan di Christchurch sebagai 'darkest days', dan menekankan bahwa apa yang terjadi di negaranya merupakan kejadian luar biasa dan belum pernah terjadi sebelumnya di negara itu.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More