Forgot Password Register

Ganda Putra Kurang Memuaskan, Herry IP Tak Panik

Ganda Putra Kurang Memuaskan, Herry IP Tak Panik Herry IP. (Foto: Pantau.com/Wila Wildayanti)

Pantau.com - Pelatih ganda putra Indonesia, Herry Iman Pierngadi mengaku tengah mengevaluasi dua turnamen yang diikuti oleh pemainnya. Evaluasi dilakukan untuk melihat kekurangan dari ajang yang diikuti seperti Malaysia Open dan Singapore Open.

Di dua kejuaraan tersebut penampilan dari Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, dan Muhammad Ahsan/Hendra Setiawan dinilai masih naik turun. Pasalnya, mereka sempat tampil apik pada babak-babak pertama, bahkan sudah mencapai final, namun mereka harus menyerah dan mengakui kekalahan dari lawan.

Pelatih yang akrab disapa Herry IP itu mengatakan tiap pasangan hasilnya tidak terlalu baik, tapi dari hal itu ada kemajuan dari anak asuhnya. Seperti kemajuan pemain peringkat enam dunia yakni Fajar/Rian yang mampu pecah telur dengan mengalahkan pasangan peringkat satu dunia Marcus/Kevin di perempatfinal Malaysia Open 2019.

Baca Juga: Ini Kata Kevin/Marcus saat Terhenti di Singapore Open 2019

"Karena ini kan ikut semua, jadi per pasang ya. tapi boleh dibilang memang hasilnya tidak baik, tidak bagus walaupun disatu sisi ada kemajuan. Kalau bahasa saya pecah telur ya, untuk Fajar/Rian, waktu 8 besar, waktu di Malaysia open untuk pertama kalinya bisa melewatin tembok (mengalahkan Marcus/Kevin), buat saya sebagai pelatih, disatu sisi saya senang," ujar Herry IP di Pelatnas, Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (16/4/2019).

"Itu satu kemajuan karena bisa melewati satu sosok yang bisa dibilang itu kan hambatan buat mereka tapi kan mereka bisa melewati itu."

Meski hasil ganda putra kurang memuaskan, Herry IP menilai dari pasangan utamanya tidak begitu mengkhawatirkan.

Baca Juga: Hendra/Ahsan Kalah di Final Singapore Open 2019

"Jadi evaluasi saya, saya tidak terlalu khawatir sekali, tapi tetap kita harus evaluasi kekalahannya dimana, dan saya juga sudah minta litbangnya (pengembangan dan penelitian) itu lagi saya suruh dia merekam dan meneliti lose poinnya disetiap pemain dimana sih. Ya itu yang akan kita pelajari menjelang kejuaraan," tambahnya.

Di sisi lain, Herry IP, mengatakan bahwa ada plus minus antara Fajar/Rian, Hendra/Ahsan dan Marcus/Kevin, di mana bisa saling mengalahkan. Artinya, ada persaingan di dalamnya. Namun secara performa dan melihat hasil, menurutnya ketiga pasangan tersebut belum stabil.

"Tapi satu sisi setelah mereka waktu di delapan besar mereka habis-habisan, dan itu terlihat saat mereka di semifinal lawan Takeshi/Sonoda itu mereka drop, dan waktu itu saya lihat dan saya tanya kepada mereka, mereka bilang habis, dan saya tanya habisnya dimana, mereka bilang habisnya difikiran, konsennya. tahan konsennya kan mereka harus belajar dari tiga turnamen yang hampir menang ternyata kalah," tuntasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More