Forgot Password Register

Ganggu Rupiah, Darmin Akui Perang Dagang AS-China Sulit Direm

Ganggu Rupiah,  Darmin Akui Perang Dagang AS-China Sulit Direm Bendera Amerika Serikat dan China (Foto: Instagram/robobusinesscentre)

Pantau.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan perang dagang, yang menimbulkan ketidakstabilan perekonomian global, masih akan berlanjut.

"Ketidakstabilan global itu tidak bisa dihindari, akan jalan terus. Malahan kalau tadinya dibilang paling hanya sampai kuartal pertama tahun depan, sepertinya tidak," katanya saat ditemui di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (5/10/2018).

Mantan Gubernur Bank Indonesia itu menjelaskan bahwa situasi perang dagang yang sedang mengemuka saat ini tidak bisa direm, sehingga turut membuat ketidakpastian berlanjut makin lama.

Baca juga: Menko Darmin Berhitung (Lagi) Dampak Pelemahan Rupiah Terhadap Inflasi

Negara-negara yang terlibat mulai mengembangkan strategi yang semakin bercabang-cabang, sehingga untuk menghentikannya akan susah dan memerlukan waktu lebih lama.

"Perang dagangnya bukan makin reda, namun makin variatif dan makin dikembangkan macam-macam cara sehingga tidak sekadar mengenakan tarif akan barang," ungkapnya.

Untuk menghadapi kondisi semacam itu, Darmin menyebutkan bahwa pemerintah dan otoritas terkait akan menyiapkan langkah-langkah yang lebih bersifat jangka menengah.

Baca juga: Hasil Pantauan BI: Inflasi Awal Oktober 0,01 Persen

"Kami harus menyiapkan langkah-langkah untuk jangka menengah, tidak lagi sekadar jangka pendek. Apa saja itu? Ya tunggu saja kami akan jelaskan," ujar dia.

Ia juga menyoroti mengenai kondisi ekonomi Amerika Serikat yang tumbuh positif dan lebih baik dibandingkan negara-negara ekonomi utama dunia.

"Yang perlu kita lihat, kalau 'midterm election' yang November 2018, apakah (Presiden AS Donald Trump) Trump masih begitu, nah, itu belum kami tahu," kata dia.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More