Pantau Flash
KPK Geledah Kantor Dinas PU Medan
Sainsbury Akan Stop Berjualan Kembang Api
Timnas Panahan 'Downgrade' Target Medali di SEA Games 2019
Pertumbuhan Ekonomi China di Kuartal ke-3 Meleset dari Ekspektasi
Kementan Dorong Penambahan Satu Juta Petani Milenials

Gembar-gembor Soal UMKM, Ini Faktanya Versi INDEF

Gembar-gembor Soal UMKM, Ini Faktanya Versi INDEF Direktur Eksekutif INDEF, Enny Sri Hartati (Foto: Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com - Jelang pemilihan umum 2019, banyak pihak yang berbondong-bondong mengaku akan mensejahterakan para usaha mikro kecil menengah (UMKM), namun menurut penelitian Institute for Development of Economic and Finance (INDEF), UMKM masih dinilai belum menjadi prioritas. 

"UMKM kita terbesar terbanyak kalah terus, yang terbesar justru produktivitas terendah. Kalau terbesar harusnya prioritas dong," ujar Direktur Eksekutif INDEF, Enny Sri Hartati dalam diskusi 100 Ekonom Perempuan, di Century Park, Jakarta, Selasa (26/3/2019).

Lebih lanjut kata di, selama ini UMKM hanya menjadi bahan pembahasan namun tak kunjung mendapatkan prioritas dalam perkembangannya. Padahal kata dia, UMKM adalah kekuatan besar untuk menopang ekonomi di Indonesia.

Baca juga: Bulog Diminta Waspada Soal Rencana Impor 100.000 Ton Bawang Putih

"Kalau semua menyadari ini bisa merubah wajah ekonomi kita. Bagaimana kita punya prioritas untuk ini. Research panjang tidak ada perubahan yang merubah kekuatan besar ini menjadi kekuatan ekonomi kita," katanya. 

Data dari Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) kata dia, ada beberapa permasalahan adalah terkait pemasaran, bahan baku, keterampilan dan perizinan. Namun kata dia perizinan saat ini sudah mulai membaik, tapi beberapa aspek lainnya memang menjadi permasalahan.

"Kalau data terakhir INDEF interview sebetulnya, peran atau kontribusi persoalan permodalan tidak dominan lagi, sudah di bawah 50 persen. Justru yang menguat sekarnag persoalan akses pemasaran," ungkapnya.

Menurutnya, perlu adanya pendampingan agar bisa memasarkan. Sehingga kata dia, Sumber Daya Manusia (SDM) dibutuhkan untuk membantu meningkatkan nilai jual suatu produk. 

Baca juga: Bang Sandi... Sebelum Buyback Saham Indosat, Coba Cek Analisa Berikut

"Mereka yang diberikan dana bergulir tidak bisa untuk UMKM itu tapi mereka harus didampingi untuk manajemen dilatih tata kelolanya aspek pengemasannya," katanya. 

Selain itu juga memudahkan UMKM memiliki aspek legal. Karena kata dia, legalitas adalah pintu masuk utama UMKM untuk bisa berkembang. 

"Karena selama UMKM tidak punya aspek legal maka selamanya mereka dia tidak bisa dapat akses apapun, walau pemerintah beri insentif apapun. Bagaimana dapat insentif pajak? Maka aspek legal pintu masuk untuk pemberdayaan UMKM," pungkasnya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Reporter
Ratih Prastika
Category
Ekonomi

Berita Terkait: