Forgot Password Register

Gempa dan Tsunami Sulit Diprediksi, Menteri ESDM Minta Pemetaan Kawasan Aman Bencana

Menteri ESDM Ignasius Jonan (Foto: Pantau.com/Ratih Prastika) Menteri ESDM Ignasius Jonan (Foto: Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com - Posisi Indonesia yang berada pada pertemuan tiga lempeng tektonik aktif utama dunia (Indo Australia, Pasifik, dan Eurasia) memiliki potensi bencana geologi, salah satunya adalah gempa bumi. Bahkan ancaman tsunami juga mengintai dampak dari gempa bumi tersebut. 

Terkait hal tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menilai perlu adanya pembagian zonasi wilayah-wilayah yang dinilai aman dari kemungkinan terjadinya gempa dan lainnya.

Baca juga: Getaran Gempa Situbondo Tak Ganggu Agenda IMF-WB 2018

Sebab gempa atau tsunami hanya bisa diprediksi potensinya, sedangkan untuk waktu dan seberapa besar tidak ada yang bisa memastikan. Termasuk kapan gunung meletus dan besar letusannya.

"Apakah kita bisa tau kapan gempa terjadi dan besarnya seberapa? Secara keilmuan tidak bisa secara geologi. Gunung meletus pun soal kapan dan magnitudonya seberapa besar apa kita tidak bisa tau juga. Kalau kira-kira (prediksi) aja bisa," ujarnya dalam pemaparan di Gedung ESDM, Jakarta Pusat, Jumat (12/10/2018).

"Dua hal ini penting supaya menghindarkan korban yang besar. Karena satu tidak tau waktunya, dua magnitudonya juga enggak tau, apakah itu tsunami atau gempa atau aktivitas vulkano luar biasa/erupsi, maka coba bisa dibikin zoning yang kira-kira aman, mungkin ini letaknya," imbuhnya.

Baca juga: Meskipun Gempa Situbondo Terasa Sampai Bali, Agenda Jokowi di IMF-WB Tetap Berjalan

Penataan ruang dinilai mesti berbasis kebencanaan termasuk semua infrastruktur bangunan harus mempertimbangkan aspek kegempaan. Ini salah satu upaya mitigasi pengurangan risiko bencana geologi.

"Saya kira harus ada badan otoritas untuk menginformasikan. Saran saya itu mungkin otoritas ATR (Agraria Tata Ruang). Kita mendukung dari Badan geologi, BMKG dan sebagainya. Perlu ada satu yang menginformasikan untuk bisa menjelaskan dan ada pencegahan sebelumnya," ungkapnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More