Pantau Flash
Beberkan Cairan Kimia, TPF Sebut Pelaku Tak Ada Niat Bunuh Novel Baswedan
Bentrok Warga Terjadi di Mesuji, Tiga Orang Dikabarkan Tewas
Melaju ke Babak Kedua, Della/Rizki Dibayangi Rekor Buruk
Keponakan Prabowo Cabut Gugatan, Mulan Jameela Lanjut Gugat Gerindra
Hasil Undian Kualifikasi Piala Dunia 2022: Indonesia Masuk Grup G

Geng.... 'Bokek' Bisa Picu Sakit Jantung Lho, Ini Penjelasan Medisnya

Geng.... 'Bokek' Bisa Picu Sakit Jantung Lho, Ini Penjelasan Medisnya Ilustrasi dompet tipis. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - 'Kanker' alias kantong kering karena tak memiliki uang rupanya meningkatkan risiko penyakit jantung, bahkan pada orang-orang yang usianya masih muda, demikian penemuan para peneliti di jurnal "circulation".

Dikutip Time, studi mengumpulkan data dari 4.000 orang selama 15 tahun, saat mereka berusia 23 tahun hingga 35 tahun.

Mereka ditanya berapa gaji yang diperoleh saat studi dimulai dan empat kali setelah itu. Catatan medis jantung mereka juga dianalisa.

Selama periode studi, para peneliti menemukan dua orang yang mengalami pendapatan yang berubah-ubah.  Sebagian besar terdiri dari penurunan pendapatan memiliki risiko lebih dari dua kali lipat mengalami masalah jantung, dan hampir dua kali lipat risiko kematian dini, dibandingkan dengan mereka yang memiliki pendapatan lebih stabil.

Baca juga: Ditanya Tenaga Kerja Asing, Menteri Hanif: di Malaysia 5 Juta Orang Enggak Ribut 

Sebagian besar ketidakstabilan pendapatan dihasilkan dari periode pengangguran atau penurunan gaji setelah berganti pekerjaan. Para peneliti juga berfokus pada orang-orang yang pendapatannya berkurang 25 persen atau lebih dikaitkan dengan risiko peristiwa jantung seperti serangan jantung, stroke dan gagal jantung, serta kematian dini yang lebih besar.

Ukuran efeknya mengejutkan para ilmuwan.

"Kami berasumsi bahwa penurunan pendapatan atau perubahan gaji yang sering mungkin tidak baik untuk kesehatan, mengingat ini dianggap sebagai peristiwa yang membuat stres. Tetapi kami terkejut dengan besarnya efek yang kami lihat, karena kami melihat populasi yang relatif muda," kata Tali Elfassy, asisten profesor epidemiologi di departemen ilmu kesehatan masyarakat di University of Miami, dan salah satu rekan studi tersebut.

Baca juga: Kata Sri Mulyani Robot yang Bekerja Juga Harus Bayar Pajak 

"Ini adalah ukuran efek yang kuat." Penurunan pendapatan tampaknya memiliki efek yang sangat nyata pada penyakit jantung dan kematian.

Orang yang mengalami lebih dari dua kali penurunan pendapatan selama periode penelitian memiliki risiko 2,5 kali lebih besar mengalami penyakit jantung dan hampir dua kali lipat risiko kematian dibandingkan dengan orang yang pendapatannya lebih stabil.

Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: