Pantau Flash
The Daddies Melenggang ke Perempatfinal Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019
Ketua DPRD DKI: 31 Agustus Batas Terakhir Pemprov Urusi Pencari Suaka
Polri Klaim Situasi Papua Barat Kondusif
Kapolda: Kamtibmas Papua Sudah Kondusif dan Aman
Ibu Kota Indonesia Pindah ke Kalimantan Timur

Gerah Dirongrong Soal Perang Narkoba, Filipina Sentil Kasus Aborsi Islandia

Gerah Dirongrong Soal Perang Narkoba, Filipina Sentil Kasus Aborsi Islandia Presiden Filipina Rodrigo Duterte. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Anggota parlemen tertinggi Filipina mengecam catatan aborsi Islandia, mengklaim bahwa negara Nordik tidak memiliki alasan moral untuk menceramahi negaranya.

Hal itu adalah tanggapan dari seruan Dewan Hak Asasi Manusia PBB yang dimotori Islandia tentang pembunuhan massal dalam perang narkoba yang digagas Presiden Filipina Rodrigo Duterte.

“Mereka memiliki lebih banyak bayi yang belum lahir yang mereka aborsi atau bunuh. Ada lebih banyak pembunuhan dalam aborsi daripada para pengedar narkoba yang memerangi polisi," kata Presiden Senat Filipina Vicente Sotto, dikutip saluran berita ANC yang dilansir dari Sputnik, Selasa (16/7/2019).

Baca juga: Aksi Koboi Duterte: Perang Narkoba yang Dicap Pembunuhan Massal

Menurut Sotto, Islandia tidak memiliki alasan moral untuk memberi kuliah kepada Filipina tentang hak asasi manusia.

“Penjahat bisa melawan, bayi tidak bisa. Hak asasi apa yang mereka bicarakan? ”Sotto bertanya-tanya, menambahkan bahwa pengedar narkoba yang melawan dan menghancurkan keluarga kehilangan hak asasi mereka.

Komentar Sotto mengikuti saran sesama Senator Imee Marcos bahwa Filipina harus memutuskan hubungan dengan Islandia. 

"Kami adalah negara independen yang menegakkan hukum narkoba sendiri untuk memberantas perangnya sendiri melawan perdagangan narkoba yang merusak," kata Marcos, seperti dikutip oleh PTV News yang dikelola pemerintah.

Baca juga: Filipina Soal Pembunuhan Massal: Amnesty Internasional Keras Kepala

“Bagaimana negara-negara ini menunjuk ke Filipina ketika banyak dari mereka telah melegalkan aborsi dan mengabaikan hak untuk hidup anak-anak yang belum lahir?”.

Juru bicara Presiden Duterte memperingatkan negara-negara untuk tidak ikut campur dalam urusan negara.

“Semua insiden dalam perang melawan narkoba dihitung, dicatat. Yang harus mereka lakukan adalah bertanya, bukan pra-hakim," kata Salvador Panelo pada konferensi pers, menyerukan penghormatan kepada negara berdaulat.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Internasional

Berita Terkait:



Komentar

  1. PROMO TERDAHSYAT & NO TIPU2 DARI SITUS BOLA165 ( AGEN JUDI BOLA TERPERCAYA ) *BONUS NEW MEMBER UP TO 2jt *BONUS NEXT DEPOSIT UP TO 1jt BISA DI KLAIM BERKALI-KALI DALAM SEHARI *BONUS ROLLINGAN CASINO 0,5 % & SPORTBOOK 0,8% *CASHBACK CASINO & SPORTBOOKS 5% *BONUS TURNOVER IDN POKER UP TO 0,6%  Silahkan Langsung ke TKP :  https://sport165.com/ , whatsapp : +6281380590512