Forgot Password Register

Headlines

Hoax Ratna Sarumpaet, Sadar Bohong atau Skenario Politik

Hoax Ratna Sarumpaet, Sadar Bohong atau Skenario Politik Pengamat Politik Lingkar Madani, Ray Rangkunti. (Foto: Pantau.com/Bagaskara Isdiansyah)

Pantau.com - Pengamat Politik Lingkar Madani, Ray Rangkunti menyarankan untuk mengungkap adanya skenario dibalik kebohongan Ratna Sarumpaet sebaiknya pemyelenggara pemilu harus segera memanggil kedua kubu untuk dilakukan penyelidikan.

"Kepada Bawaslu kita imbau untuk segera melakukan proses penyelidikan apa kah mungkin hoaks atau kabar bohong itu cerita ini di skenario atau tidak," ujar Ray saat ditemui di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (6/10/2018).

Baca juga: Transformasi 'Anti Klimaks' Ratna Sarumpaet

Menurutnya, jika memang misalnya hal ini diskenario sedemikian rupa untuk kepentingan politik tertentu Bawaslu harus memberikan sanksi berat terhadap kubu tertentu, pencopotan dari pencalonan misalnya.

"Kalau memang taruh lah itu terjadi secara alami itu, nah apakah mungkin bisa dilihat ada peluang memberi sanksi meskipun sanksinya tidak harus di diskualifiksi misalnya sanksi tertulis. atau mungkin kita usulkan satu dua orang tidak boleh kampanye," tuturnya.

"Kalau memang terbukti mereka secara sadar menyebarkan kabar hoax atau bohong kepada masayarakat, itu Bawaslu mungkin mempunyai kewenangan untuk menyoret dia 'anda sudah nggak laku, nggak layak' dan itu sanksinya bisa dicoret kira-kira gitu ya," sambungnya.

Baca juga: Imunitas Jadi Lindungi Anggota DPR yang Terseret Hoax Ratna Sarumpaet?

Sementara Komisi Pemilihan Umum (KPU) juga dimintanya untuk tegas memanggil kedua kubu untuk mempertanyakan komitmen mereka terkait kampanye tanpa hoax. Menurutnya deklarasi kampanye damai kemarin masih kurang dan perlu ditambah terkait tolak hoax.

"Kepada KPU untuk segera memanggil kepada kedua pihak terutama perwakilan pasangan dari pak Jokowi maupun psangan dari pak Prabowo untuk meneguhkan kembali komitmen kampanye tanpa hoax tapi bahasa umumnya adalah kampanye yang bisa memberikan pendidikan politik kepada masayarakat," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More