Forgot Password Register

Headlines

Idrus Marham Pasrah Jika Hukumannya Diperberat Hakim

Idrus Marham Pasrah Jika Hukumannya Diperberat Hakim Idrus Marham (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga)

Pantau.com - Terdakwa kasus suap proyek PLTU Riau-1 Idrus Marham mengaku pasrah jika vonisnya diperberat Majelis Hakim. Idrus mengajukan banding atas vonis 3 tahun dan denda 150 juta subsider 3 bulan kurungan yang ditetapkan Hakim Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta Pusat.

"Ya masalah berat atau tidak saya serahkan ke Yang Maha Kuasa. Kalau ada apa-apa ya sudah terserahlah kepada Allah. Jadi saya percaya Allah akan mengambil langkah yang lebih baik untuk saya," kata Idrus di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Baca juga: Idrus Marham Klaim Tak Mengetahui Pertemuan Sofyan dengan Setnov

Idrus mengajukan banding selang satu hari setelah KPK melakukan hal yang sama. Ia mengatakan alasan pengajuan banding itu agar dirinya bisa memberikan penjelasan dan mendapat hukuman lebih ringan.  

"Masalah banding itu karena sesuai undang-undang yang ada kan diberikan 7 hari. Lalu kemudian saya pikir, karena 29 (April) KPK banding, ya udah tanggal 30 (April) banding. Kenapa? Supaya ada kesempatan bagi saya untuk memberikan penjelasan di dalam memori," pungkasnya. 

Dalam kasus ini, Idrus didakwa menerima uang suap sebanyak Rp2,250 miliar. Berdasarkan dakwaan Jaksa, uang itu diberikan oleh Pemilik perusahaan PT Blackgold Natural Recouser Johannes B Kotjo. 

Baca juga: KPK Panggil Idrus Marham Jadi Saksi Sofyan Basir

Idrus didakwa bersama mantan anggota Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih yang juga kader partai Golkar. Diduga uang yang diberikan kepada Idrus agar Eni membantu perusahaan Kotjo untuk mendapat proyek PLTU.

Rencananya proyek itu akan dikerjakan oleh PT Pembangkitan Jawa Bali Investasi (PT PJBI), Blackgold Natural Resources dan China Huadian Engineering Company Ltd yang dibawa oleh Kotjo.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More