Forgot Password Register

Idrus Marham Klaim Tak Mengetahui Pertemuan Sofyan dengan Setnov

Idrus Marham Klaim Tak Mengetahui Pertemuan Sofyan dengan Setnov Idrus Marham menujukkan karya buku barunya (Foto:Antara/Reno Esnir)

Pantau.com - Idrus Marham bantah mengetahui pertemuan antara Sofyan Basir dengan Setya Novanto terkait pembahasan proyek PLTU. Idrus juga menyangkal dirinya menikmati uang suap dari pengusaha Johannes B Kotjo terkait pembangunan PLTU di Riau-1.

"Gak pernah saya tahu soal pertemuan-pertemuan itu ya. Orang gak menikmati (suap) kok bisa dihukum. Gimana sih," kata Idrus di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Mantan menteri sosial itu tiba di Gedung KPK dengan diantar mobil tahanan KPK. Ia mengenakan kemeja batik dan rompi oranye bertuliskan Tahanan KPK. Idrus mengaku diminta untuk menjadi saksi untuk tersangka Sofyan Basir dan Samin Tan. Khusus tersangka Samin Tan, Idrus mengaku tak kenal dengan pengusaha itu.

"Ini kan saya saksinya pak Sofyan dan Pak Samin Tan. Dia (Samin Tan) tidak kenal dengan saya dan saya tidak kenal dengan Samin Tan. Kalau Sofyan Basir nanti saya akan jelaskan. Ya, nanti lihat deh," katanya.

Baca juga: KPK Panggil Idrus Marham Jadi Saksi Sofyan Basir

Sementara itu terkait pertemuan Sofyan dan Novanto sebelumnya pernah diungkapkan jaksa KPK dalam surat dakwaan Johannes B Kotjo. Pada isi dakwaan tertulis, sekitar awal 2016 Kotjo menemui Novanto untuk meminta bantuan agar dipertemukan dengan pihak PT PLN yang bertanggung jawab pada proyek tersebut.

Novanto pun mengenalkan Kotjo dengan kader Golkar Eni Maulani Saragih yang ketika itu menjabat wakil ketua Komisi VII DPR membidangi energi, riset dan teknologi, serta lingkungan hidup. Pertemuan dilakukan di ruang kerja Ketua Fraksi Golkar di DPR.

Setya Novanto menyampaikan kepada Eni Saragih agar membantu Kotjo dalam proyek PLTU dan untuk itu terdakwa akan memberikan fee, yang kemudian disanggupi Eni.

Eni pun mengajak Dirut PLN Sofyan Basir dengan didampingi Direktur Pengadaan Strategis 2 PT PLN Supangkat Iwan Santoso untuk menemui Novanto di rumahnya.

Dalam pertemuan itu, Novanto meminta proyek PLTGU Jawa III kepada Sofyan Basir. Namun menurut Sofyan, proyek tersebut sudah ada kandidat konsorsium. Sementara pembangunan PLTU MT RIAU-1 belum ada kandidatnya.

Baca juga: Idrus Marham Divonis 3 Tahun Penjara Atas Kasus Suap PLTU Riau 1 

Pertemuan baru kembali terjadi pada sekitar awal tahun 2017, Eni kembali bertemu Sofyan di Kantor Pusat PT PLN dan mengenalkan Kotjo sebagai pengusaha tambang yang tertarik menjadi investor proyek PLTU MT RIAU-1.

Selanjutnya Sofyan Basir meminta agar penawaran diserahkan dan dikoordinasikan dengan Supangkat Iwan Santoso.

Setelah itu, pembahasan kerjasama proyek pembangunan PLTU Riau-1 pun terus terjadi. Dalam perkembangannya Eni selalu melaporkan proses kerjasama tersebut kepada Novanto.

Namun setelah Novanto ditahan KPK dalam kasus E-KTP pada November 2017, Eni selanjutnya melaporkan perkembangan proyek PLTU itu kepada Plt Ketum Golkar Idrus Marham.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More