Forgot Password Register

Iluni UI Deklarasi Dukungan ke Prabowo-Sandi, Pengamat: Kampus Harus Dibebaskan dari Politik Praktis

Iluni UI Deklarasi Dukungan ke Prabowo-Sandi, Pengamat: Kampus Harus Dibebaskan dari Politik Praktis Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno saat di Universitas Muhammadiyah Pontianak (Foto: Instagram/Sandiaga Uno)

Pantau.com - Pengamat politik dari Universitas Indonesia Donny Gahral Adian mengatakan kampus harus bebas dari politik praktis.

"Kampus harus dibebaskan dari politik praktis. Para kandidat calon presiden maupun calon wakil presiden boleh datang ke kampus, debat dan dibedah akademisi. Itu boleh, hal itu juga dilakukan di Amerika Serikat," ujar Donny di Jakarta, Kamis, 8 November 2018.

Baca juga: Polemik Curi Start Kampanye Sandiaga di Kampus, Ini Kata Bawaslu

Donny menambahkan kandidat tidak boleh datang sendirian dan menggunakan atribut universitas. Sebelumnya Donny menyayangkan peristiwa dukungan yang diberikan oknum mengatasnamakan Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI) yang mendeklarasikan dukungan pada pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Pasalnya deklarasi tersebut menggunakan logo UI Makara dan membawa nama UI. Menurut Donny, hal itu bertentangan dengan surat edaran rektor yang menyatakan logo dan nama UI tidak boleh digunakan untuk kegiatan politik praktis.

"UI merupakan rumah cendekiawan, dan benteng akal sehat bangsa kita. Jadi yang diproduksi UI adalah kecerdasan bukan kekuasaan,"ujar Donny.

Baca juga: Kubu Prabowo-Sandi Usul Debat Capres Digelar di Kampus Tanpa Pendukung 

Donny mengungkapkan penggunaan nama dan logo UI merupakan suatu penghinaan terhadap akal sehat, termasuk jika hal tersebut dilakukan oleh kubu Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin sekalipun.

Untuk itu, dia meminta Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) untuk mengambil tindakan tegas, agar kampus tidak dilibatkan dalam politik praktis.

"Dukung-mendukung sebenarnya hak pribadi, tapi tolong jangan gunakan logo dan nama UI," tegas Donny. 

Share :
Komentar :

Terkait

Read More