Pantau Flash
Voli Pantai Indonesia Melaju ke Semifinal Turnamen World Beach Games
KPK OTT Bupati Indramayu
PDIP Pasrahkan Kabinet ke Jokowi
AICHR Desak Diterapkannya Perjanjian ASEAN Soal Kabut Asap Lintas Batas
Tol Langit Diprediksi Tingkatkan Ekonomi Digital Indonesia Timur

Inggris Bakal Sulap Angkatan Bersenjatanya, China Jadi Target Unjuk Gigi

Inggris Bakal Sulap Angkatan Bersenjatanya, China Jadi Target Unjuk Gigi Tentara Inggris. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Menteri Pertahanan Inggris Gavin Williamson di Royal United Services Institute di London, mengungkap rencananya untuk modernisasi angkatan bersenjata negaranya.

Dilaporkan Independent seperti dilansir dari Sputnik, Selasa (12/2/2019), dalam pidato utama tentang strategi militer, Gavin Williamson diperkirakan akan menyatakan jika kapal induk baru Angkatan Laut Kerajaan, Ratu Elizabeth, akan dikerahkan ke perairan yang dipersengketakan di Pasifik dalam sebuah pertunjukan "hard power".

Baca juga: China Panas Lagi Nih, AS Malah Gandeng Inggris Latihan Militer di Laut China Selatan

Berbicara di Royal United Services Institute (RUSI) di London, Williamson juga akan mengatakan bahwa Inggris dan sekutu Baratnya harus siap menunjukkan harga tinggi dari perilaku agresif dan siap untuk memperkuat pertahanan.

"Inggris memiliki peluang terbesar dalam 50 tahun untuk mendefinisikan kembali perannya ketika kita meninggalkan Uni Eropa. Dan dengan dunia yang berubah begitu cepat, terserah kita untuk mengambil kesempatan yang dibawa Brexit," katanya.

Williamson juga akan mengatakan bahwa Inggris akan ikut campur di masa depan guna berhadapan dengan Rusia dan China. 

Baca juga: Pasca Brexit, Inggris Gandeng Swiss untuk Satu Syarat Prefensial

Pada bulan September 2018, Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi menyatakan harapannya, Inggris tidak memihak pada salah satu blok dalam masalah Laut Cina Selatan, dengan sungguh-sungguh menghormati kedaulatan dan integritas China.

Dia berbicara setelah kapal amfibi HMS Albion milik Angkatan Laut Kerajaan melewati daerah-daerah yang diklaim China dalam perjalanan ke Kota Ho Chi Minh di Vietnam selatan.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Internasional

Berita Terkait: