Pantau Flash
Kuwait Minta Komunitas Internasional Segera Tanggapi Aksi Iran
Ungkit Kemesraan dengan PDIP di Era SBY, Demokrat Inginkan Kursi Ketua MPR
Polisi Klaim Kantongi Identitas Bandar Besar Pemasok Narkoba ke Nunung
Tatap SEA Games 2019, Cabor Renang Ikut Kejuaraan Dunia di Korsel
Lanjutan Sidang Sengketa Pileg 2019, MK Putus 260 Perkara

Ini Ancaman Hukuman untuk Rohandi, Penyerang Polisi di Penjaringan

Ini Ancaman Hukuman untuk Rohandi, Penyerang Polisi di Penjaringan Tahanan (Ilustrasi: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Rohandi, pelaku penyerangan anggota polisi di Polsek Metro Penjaringan, Jakarta Utara, telah ditetapkan sebagai tersangka. Pria itu dijerat dengan pasal berlapis dan terancam kurungan penjara lima sampai sepuluh tahun.

Kapolsek Penjaringan AKBP Rachmat Sumekar mengatakan dari hasil pemeriksaan, Rohandi telah terbukti melakukan perbuatan yang melanggar Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). Sehingga, pihaknya menjerat Rohandi dengan pasal berlapis.

"Tersangka kami jerat dengan Pasal 213 KUHP tentang penyerangan anggota dan Undang-undang darurat tentang kepemilikan senjata tajam. Ancaman hukuman penjara 5 dan 10 tahun," ucap Rachmat Sumekar kepada Pantau.com saat dihubungi, Jumat (9/11/2018).

Baca juga: Ternyata Ini Alasan Rohandi Serang Polisi di Penjaringan

Diberitakan sebelumnya, Rohandi melakukan aksi nekat dengan menyerang seorang anggota polisi bernama AKP M.A.Irawan hingga mengalami luka bacok pada bagian tangannya. Bahkan dalam insiden itu, Rohandi juga berusaha menyerang polisi lainnya dan memecahkan pintu kaca sebelum akhirnya berhasil diamankan usai ditembak oleh petugas Reskrim.

Alasan dari Rohandi diketahui setelah pihak kepolisian berhasil menangkap dan mengamankannya usai insiden yang terjadi pada Jumat (9/11/2018) sekitar pukul 01.35 WIB.

Baca juga: Dalami Motif Pelaku Pembacok Anggota Polsek Penjaringan, Polisi akan Gelar Tes Kejiwaan

"Dia (Rohandi) mau mati tapi dengan cara nyerang polisi supaya ditembak," ucap Rachmat.

Selain untuk mengakhiri hidupnya, kepada polisi Rohandi mengaku nekat mengakhiri hidupnya lantaran depresi penyakit getah bening yang dideritanya selama beberapa tahun tak kunjung sembuh.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Adryan Novandia
Reporter
Rizky Adytia Pramana
Category
Nasional

Berita Terkait: