Pantau Flash
Anies Baswedan hingga James Riady Masuk Jadi Anggota Satgas Omnibus Law
Jokowi Ingin Turunkan Angka Stunting di Indonesia Jadi 14 Persen
BPS: Neraca Perdagangan November 2019 Defisit 1,33 Miliar Dolar AS
Presiden Jokowi Teken PP Penyediaan Tenaga Teknis di Perdagangan Jasa
Rupiah Melemah Jelang Perilisan Data Neraca Perdagangan

Ini Komentar Menpora soal Kerusuhan Suporter di Laga PSS vs Arema FC

Ini Komentar Menpora soal Kerusuhan Suporter di Laga PSS vs Arema FC Menpora, Imam Nahrawi. (Foto: Pantau.com/Wila Wildayanti)

Pantau.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, meminta agar panitia pelaksana (panpel) bisa mengusut tuntas mengenai kerusuhan yang terjadi pada laga pembuka Shopee Liga 1 2019 antara PSS Sleman lawan Arema FC yang digelar di Stadion Maguwoharjo, Rabu 15 Mei 2019 malam.

Imam sangat menyayangkan apa yang terjadi pada laga pembukaan, dimana terjadi kerusuhan antar suporter. Terindikasi ada beberapa oknum yang mencoba membuat situasi menjadi panas.

Karena itu Menteri asal Bangkalan, Madura itu berharap kedepannya Liga 1 harus berlangsung lebih fair, sehat dan bersih. Hal ini juga butuh dukungan dari para suporter sendiri.

"Saya tidak tahu alasan utama menuju kerusuhan itu ya. Tapi kalau itu terjadi secara terus menerus tentu kita prihatin. Sepakbola kita kan akan terus bergulir, untuk menemukan model kompetisi terbaiknya dan tentu dengan adanya satgas antimafia itu akan memberikan nuansa baru akan sebuah kompetisi yang fair dan sehat, bersih, bahkan tanpa pengaturan skor. Maka tentu ini butuh dukungan dari suporter, sebagai pendukung," ujar Imam Nahrawi di rumahnya Kawasan Widya Chandra III, Jakarta Selatan, Kamis (16/5/2019) malam.

Baca Juga: Adanya Kerusuhan Suporter, BOPI Panggil PT LIB Besok

Bahkan kalau ditinjau dari sejarah pertemanan antara kedua suporter sendiri tidak pernah ada cerita kerusuahan atau permusuhan. Bukan hanya itu, sebelumnya juga dikabarkan Aremania -pendukung Arema FC- mengirim perwakilannya berangkat ke Sleman lebih dulu untuk melakukan koordinasi dengan suporter Sleman.

"Tapi saya heran, seingat saya tidak ada konflik antara Arema dan Sleman itu. Ini kok muncul, ada apa ini, tentu panpel harus bertanggung jawab untuk membuka, melihat faktor apa yang menyebabkan ini semua. Namun demikian tentu kami sangat prihatin dan menyayangkan apa yang terjadi," tambahnya.

Baca Juga: CEO PSS: Provokator Bukan dari Slemania atau Aremania


Bukan hanya itu, Imam juga menegaskan bahwa dengan hal ini harus ada partisipasi nyata dari seluruh pihak, dari pihak Panpel, klub ataupun para suporter. Sehingga hal ini tidak akan terjadi lagi.

"Partisipasi nyata itu harus dibuktikan dengan fairplay juga ketika ada di stadion, tidak boleh ada sedikit-sedikit tersulut oleh isu-isu yang tidak jelas. Nah untuk ini butuh kesadaran yang luar biasa. Korlap-korlap suporter harus memberikan edukasi, klub juga harus melakukan itu. Dan tentu tidka boleh lagi diterus-terusin model konflik begini tidak akan sehat," tuntas Imam.


Tim Pantau
Editor
Tatang Adhiwidharta
Penulis
Tatang Adhiwidharta
Reporter
Willa Wildayanti
Category
Olahraga

Berita Terkait: