Forgot Password Register

Headlines

Ini PR untuk Millenials agar Revolusi Industri 4.0 Tak Jadi Bom Waktu

Ini PR untuk Millenials agar Revolusi Industri 4.0 Tak Jadi Bom Waktu Ilustrasi Revolusi Industri. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Perkembangan Revolusi industri 4.0 harus disikapi dengan antisipatif. Karena jika dibiarkan begitu saja, maka revolusi industri ini justru akan membahayakan generasi ke depan loh sobat Pantau. Tahu gak kenapa?

Badan Perencanaan Peambangunan Nasional (Bappenas)/Menteri PPN, Bambang Brodjonegoro bilang kalau bisnis saat ini tidak menyesuaikan perkembangan zaman maka yang ada justru terjadi gangguan.

"Intinya begini, kalau kita melakukan bisnis as usual hanya melakukan yang kita lakukan sekarang, padahal di dunia ini sudah yang distraktif dengan revolusi industri 4.0 yang anda bilang kontradiktif pasti terjadi; orang kehilangan pekerjaan, bidang usaha yang kemungkinan tidak lanjut menjadi prospektif, dan seterusnya," ujarnya saat ditemui di Gedung Bappenas, Jakarta Pusat, Jumat 7 Desember 2018.

Baca Juga: Revolusi 4.0 Butuh 5G, Jaringan Internet Bakal Super Cepat Nih

Sehingga kata dia, karena saat ini baru memasuki revolusi industri 4.0, maka harus ada tindakan antisipasif yang dilakukan. Apalagi kata Bambang, kedepannya Indonesia akan menghadapi bonus demografi yang bisa menjadi peluang dan juga ancaman.

"Nah justru ini tingkatan awal untuk kita harus antisipasi, apalagi disaat bersamaan kita mengalami bonus demografi, revolusi industri 4.0 dan SDG yang harus kita terapkan adalah sesuai dengan konklusi," katanya.

Beberapa yang harus disiapkan yakni sumber daya manusia (human resource). "Kita perlu menyiapkan human resource kita kedepan bukan lagi human resource yang mengetahui apa yang terjadi sekarang, tapi human resource yang yang siap masuk revolusi industri," ungkapnya.

Baca Juga: Perluas Pasar, Surveyor Indonesia Kejar Revolusi Industri 4.0

Selain itu juga kaya, dari segi yang lebih besar, Pemerintah harus mengupayakan kebijakan ekonomi yang kepada sektor-sektor yang dinilai lebih memiliki daya tahan menghadapi revolusi industri 4.0 kedepannya.

"Pada kebijakan ekonomi, kita harus fokus pada sektor-sektor yang nanti nya bisa survive atau sektor-sektor yang bisa menjadi unggulan Indonesia, yang bisa menjadi unggulan," katanya.

"Kita tidak boleh pasif tapi antisipatif memastikan orang / memastikan sumber daya kita siap menghadapi revolusi,"tuntasnya.


Share :
Komentar :

Terkait

Read More