Pantau Flash
Ungkit Kemesraan dengan PDIP di Era SBY, Demokrat Inginkan Kursi Ketua MPR
Polisi Klaim Kantongi Identitas Bandar Besar Pemasok Narkoba ke Nunung
Tatap SEA Games 2019, Cabor Renang Ikut Kejuaraan Dunia di Korsel
Lanjutan Sidang Sengketa Pileg 2019, MK Putus 260 Perkara
Buat yang Minat, Walmart Tawarkan Beasiswa untuk Siswa SMA

Jadi Tim Jokowi-Ma'ruf, Yusril Diminta Mundur Sebagai Pengacara HTI oleh PDIP

Headline
Jadi Tim Jokowi-Ma'ruf, Yusril Diminta Mundur Sebagai Pengacara HTI oleh PDIP Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra bersama para kader (Foto: Instagram/yusrilihzamhd)

Pantau.com - PDI Perjuangan mendesak kepada Yusril Ihza Mahendra untuk mundur sebagai pengacara ormas terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Pasalnya, hal itu dinilai kontradiktif dengan semangat Jokowi-Ma'ruf yang pro dengan Pancasila.

Untuk diketahui memang Pakar Hukum Tata Negara sekaligus Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) resmi menyatakan menjadi pengacara Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019. Yusril bergabung setelah menerima ajakan Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Erick Tohir.

"Dalam konteks ini saya memohon kepada pak Yusril mundur dari pengacara HTI karena menurut saya kontradiktif," ujar Politisi PDIP Eva Kusuma Sundari di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (6/11/2018).

Baca juga: Cerita Yusril Ihza Mahendra Jadi Pengacara Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019

Menurutnya, pasangan Jokowi-Ma'ruf saat ini mengedepankan nilai-nilai pancasila dalam setiap kebijakan-kebijakannya. Sementara HTI sendiri sangat kontra terhadap pancasila.

"Beliau juga pengacara HTI yang kontradiktif dengan itu karena tidak mau pancasila dan punya konstitusi sendiri dan seterusnya, biar pas aja," tuturnya.

Untuk itu Anggota DPR RI Komisi XI itu mendukung Yusril untuk mundur sebagai kuasa hukum HTI. Hal itu agar lebih sempurna dalam membela Jokowi-Ma'ruf.

Untuk diketahui memang Yusril sempat menjadi kuasa hukum dari ormas terlarang HTI pada periode 2017 saat ormas tersebut dibubarkan oleh pemerintah.

Baca juga: Yusril Bersedia Jadi Pengacaranya, Jokowi: Bagus, Alhamdulillah 

Kini mantan menkumham ini menyatakan setuju menjadi pengacara pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin pada pemilihan presiden 2019. "Saya memutuskan untuk setuju dan menjadi lawyernya kedua beliau itu," kata Yusril dalam pernyataan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Senin (5 November 2018).

Menurut Yusril, kesediaannya menjadi pengacara pasangan Jokowi-Ma'ruf bermula dari pertemuannya dengan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir, sebelumnya.

"Saya bertemu dengan Pak Erick Thohir di salah satu hotel di Jakarta pada Minggu lalu," katanya.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Sigit Rilo Pambudi
Penulis
Sigit Rilo Pambudi
Reporter
Bagaskara Isdiansyah
Category
Nasional

Berita Terkait: