Pantau Flash
Sainsbury Akan Stop Berjualan Kembang Api
Timnas Panahan 'Downgrade' Target Medali di SEA Games 2019
Pertumbuhan Ekonomi China di Kuartal ke-3 Meleset dari Ekspektasi
Kementan Dorong Penambahan Satu Juta Petani Milenials
Pemkab Bekasi Minta Proyek LRT Diperpanjang hingga Cikarang

Kanada Beri Sanksi Baru Terhadap 43 Pejabat Venezuela Rezim Maduro

Kanada Beri Sanksi Baru Terhadap 43 Pejabat Venezuela Rezim Maduro Pendukung pemimpin oposisi Juan Guaido. (Foto: Reuters/Isaac Urrutia)

Pantau.com - Kanada mengumukan sanksi baru terhadap 43 pejabat pemerintah Venezuela yang dituduh bertanggung jawab atas situsi yang memburuk di negara itu, Senin, 15 April 2019. 

Langkah Kanada itu merupakan kali keempat dalam menjatuhkan sanksi kepada pejabat pemerintah Venezuela, yang sebelumnya telah menargetkan kepada 70 pejabat lainnya.

Menteri Luar Negeri Chrystia Freeland mengatakan, semua pejabat yang dikenakan sanksi merupakan pejabat tinggi dari pemerintahan Presiden Nicolas Maduro.

Baca juga: Wapres AS: Sudah Waktunya PBB Akui Oposisi Venezuela Juan Guaido

"Selama pertemuan Kelompok Lima yang diselenggarakan di Ottawa pada 4 Februari 2019, kami menyerukan masyarakat internasional untuk mengambil tindakan terhadap rezim Maduro, "katanya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Anadolu, Rabu (17/4/2019).

"Hari ini, Kanada mengambil tindakan itu dengan menjatuhkan sanksi kepada 43 orang yang bertanggung jawab atas peran mereka dalam memburuknya situasi di Venezuela," tambahnya.

Menurut Freeland, saksi baru adalah langkah atas tindakan antidemokrasi rezim Maduro, khususnya yang berkaitan dengan penindasan terhadap pejabat pemerintah sementara di bawah Juan Guaido.

Baca juga: Pompeo: Rusia dan Kuba Akan Terima Sanksi karena Dukung Maduro

Nicolas Maduro yang berkuasa sejak 2013, dilanda krisis ekonomi dan krisis pangan sejak saat itu. Ia menuding Amerika Serikat dan sekutu regionalnya berupaya dalam mengatur kudeta terhadapnya.

Krisis di Venezuela meningkat usai pemimpin oposisi Juan Guaido menyatakan dirinya sebagai presiden sementara Venezuela, yang mendapat dukungan dari Kelompok Lima dan Amerika Serikat. Kelompok Lima terdiri dari 12 negara di wilayah Amerika Selatan dan Kanada.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi
Category
Internasional

Berita Terkait: