Pantau Flash
Terang-terangan Bappenas Minta Fesyen Tanah Air Saingi Uniqlo
Ganjar Minta ASN Jateng Penganut Paham Radikal Segera Mengundurkan Diri
Kena PHP Donald Trump, Huawei Putuskan PHK Karyawan di AS
PN Jaksel Tolak Gugatan Perdata Kasus Pelecehan Seksual di JIS
Produk Kertas RI Melenggang Bebas dari Bea Masuk Anti-Dumping Korsel

Kanker Darah Ani Yudhoyono, Penyakit Turunankah?

Kanker Darah Ani Yudhoyono, Penyakit Turunankah? Ani Yudhoyono. (Foto: Instagram/@aniyudhoyono)

Pantau.com - Ibu negara presiden RI ke-6 Ani Yudhoyono mengidap penyakit kanker darah. Akibat penyakitnya, Ibu Ani, panggilan akrabnya, menjalani pengobatan intensif di Singapura atas rekomendasi tim dokter kepresidenan Indonesia.

Ketika ada salah satu anggota keluarga yang terkena kanker darah atau leukimia, ada kekhawatiran penyakit itu bisa menularkan ke generasi berikutnya. Rupanya hal itu hanya mitos saja.

Konsultan Hematologi Parkway Cancer Centre (PCC) Singapura Dr. Colin Phipps Diong, mengatakan jika kanker darah bukan penyakit yang bisa diturunkan dalam keluarga.

"Bahkan ketika ibu mengandung terkena kanker darah, biasanya janin akan baik-baik saja," ujar Colin.

Baca juga: Ini Nasehat dari Pejuang Kanker untuk Ani Yudhoyono Agar Lekas Sehat

Biasanya kelainan kromosom yang terdeteksi pada pasien kanker darah terjadi secara spontan dan tidak diwariskan oleh orangtua.

Faktor risiko yang terbukti memicu kanker darah meliputi paparan kemoterapi, radiasi dan zat kimia tertentu yang dipakai di industri petrokimia. Gaya hidup tak sehat seperti merokok punya keterkaitan rendah dengan kanker darah. 

Ada pasien yang tidak mengalami gejala apapun, tapi ada juga yang menunjukan gejala tertentu.

Waspada bila ada demam berkepanjangan, keringan dingin di malam hari, kelelahan yang tak kunjung hilang serta badan menurun drastis. selain itu, kadang ada pembengkakan kelenjar getah bening.

Baca juga: Tenang, Pasien Kanker Darah Bisa Terima Donor dari Orang-Orang Ini

Jangan lupa menjalani tes darah yang lengkap, bila ada yang abnormal segera berkonsultasi dengan dokter.

Agar lebih jelas hasilnya, kamu bisa menjalani tes lanjutan seperti biopi sumsum tulang belakang untuk memastikan diagnosis keberadaan kanker darah.

Jangan patah semangat bila terdeteksi menderita kanker darah, sebab peluang sembuh semakin tinggi berkat perkembangan teknologi ilmu kedokteran.

"Kuncinya, mendapat diagnosa yang tepat sejak awal untuk menentukan perawatan yang cocok," imbuh Dr. Lim ZiYi, Konsultan Senior Hematologi Parkway cancer Center Singapura.

Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Rifeni
Category
Ragam

Berita Terkait: