Pantau Flash
JK: Masyarakat Papua Diharapkan Terima Permintaan Maaf Gubernur Khofifah
Imbas Perang Dagang, China Mulai Kurangi Impor Emas Hingga 500 Ton
OTT Yogyakarta: KPK Bawa 5 Orang ke Jakarta untuk Diperiksa
G7 Adakan KTT di Tengah Kepanikan akan Perekonomian Global
Redam Hoax Kerusuhan Papua, Kemkominfo Sempat Perlambat Internet

Kebijakan Jokowi-JK Kena 'Sempot' Lembaga Konsumen

Headline
Kebijakan Jokowi-JK Kena 'Sempot' Lembaga Konsumen Ketua YLKI, Tulus Abadi (kedua dari kanan) (Foto: Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengkritisi kebijakan pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla yang memutuskan untuk tak menaikkan cukai rokok pada tahun 2018-2019.

Ketua YLKI, Tulus Abadi menilai hal ini sangat tragis pasalnya baru pertama kali dalam sejarah kenaikkan cukai tidak dilakukan oleh presiden. 

"Lebih tragis lagi 2018-2019 Presiden Jokowi memutuskan untuk tidak menaikkan cukai ini kebijakan paling fatal, karena hanya presiden Jokowi yang tidak naikkan cukai, ini baru terjadi dalam sejarah masalah cukai itu presiden tidak naikkan cukai 2018-2019," ujarnya dalam jumpa pers yang digelar di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (11/1/2019).

Baca juga: Maju Mundur Penerapan Penyederhanaan Tarif Cukai Rokok Tahun 2019

Lebih lanjut kata dia, kebijakan ini dinilai sangat populis terutama menjelang tahun pemilihan presiden. Menurutnya, kebijakan ini sangat mengakomodir kepentingan industri rokok.

"Saya (juga) kita tau ini kenapa tidak naikkan, pertimbangan populis untuk Pilpres," katanya.

"Pemerintah secara keseluruhan lebih mengakomodir kepentingan Industri rokok. Artinya jika tidak ada kenaikkan cukai, industri rokok sangatlah diuntungkan," ungkapnya.

Ia menilai hal ini sangat ironis ditengah kebijakan intenrasional yang mendorong penekanan konsumsi rokok. "Ini hal yang sangat ironis dan ironisnya lagi bila disandingkan dengan kebijakan internasional," tuturnya.

Baca juga: Tenang Sobat... Cuma Plastik Jenis Ini yang Dikenakan Bea Cukai

Selain itu kata dia, kebijakan ini juga mendegradasi baik dari sisi ekonomi, masyarakat karena akan berpengaruh pada pendapatan cukai Indonesia yang seharusnya dapat semakin tinggi. 

"Ini menjadi instrumen paling mendegradasi kesehatan, ekonomi masyarakat dan aspek lainnya, karena dengan tidak dinaikkan Indonesia mengalami kerugian karena pendapatan tidka bertambahnya kenaikkan dari penambahan produksi rokok," pungkasnya.

Share this Post:
Tim Pantau
Penulis
Nani Suherni
Reporter
Ratih Prastika
Category
Ekonomi

Berita Terkait: