Forgot Password Register

Kekerasan Semakin Membabi Buta, Ribuan Perempuan Israel Mogok Kerja

Kekerasan Semakin Membabi Buta, Ribuan Perempuan Israel Mogok Kerja Ilustrasi bendera Israel. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Perempuan di Israel melakukan aksi mogok untuk memprotes kekerasan terhadap perempuan pada Selasa (5 Desember 2018). Pemogokan itu dipicu oleh pembunuhan dua anak perempuan pada pekan lalu, yang membuat jumlah perempuan dan anak perempuan yang tewas meningkat hingga 24 di Israelselama tahun 2018.

Kemitraan kelompok 50 perempuan yang dinamakan Bendera Merah menyelenggarakan pemogokan tersebut. Mereka menyampaikan tuntutan kepada pemerintah agar mengalokasi 250 juta shekel atau sekitar USD $67 juta untuk menanggulangi kekerasan terhadap perempuan dalam lima tahun kedepan.

Media lokal melaporkan bahwa perempuan di seluruh negeri tersebut tetap tinggal di rumah dan tidak bekerja atau ikut dalam serangkaian protes sepanjang hari itu, kata Xinhua.

Baca juga: Jumlah Kasus Bunuh Diri Perempuan Muda di India Semakin Meningkat

Lebih dari 300 perusahaan besar dan lembaga publik mengumumkan dukungan mereka dalam perjuangan tersebut dan mengatakan mereka akan mengizinkan pegawai lelaki dan perempuan untuk ikut mogok kerja.

Pertemuan terbuka diselenggarakan di puluhan persimpangan utama dan jalan bebas hambatan, termasuk di jalan masuk ke Jerusalem. Beberapa jalan dicat dengan cat merah untuk melambangkan darah pada korban. Pada Selasa malam, puluhan ribu perempuan diperkirakan ikut dalam pawai terbuka di Bundaran Rabin di bagian tengah Tel Aviv.

"Pembunuhan dua perempuan muda pekan lalu, yakni Yara Ayoub (16) dan Silvana Tsegai (13), memaksa kami turun ke jalan. Kami mogok sebab pembuat keputusan harus menyadari bahwa tindakan diperlukan, bukan kata-kata kosong," kata penyelenggara pertemuan terbuka tersebut.

Baca juga: Pantau Story: Gadis Ini 'Dipinang' Teroris Secara Online

Share :
Komentar :

Terkait

Read More