Forgot Password Register

Pantau Story: Gadis Ini 'Dipinang' Teroris Secara Online

Pantau Story: Gadis Ini 'Dipinang' Teroris Secara Online Zainab Abdirahman-Khalif didakwa secara sadar menjadi anggota dari organisasi teroris. (Foto: Nine News via ABC News)

Pantau.com - Pengadilan di Australia mengungkap, seorang perempuan Adelaide yang disidang karena menjadi anggota kelompok Negara Islam (ISIS) terkucilkan secara sosial dan "dipinang" oleh para teroris secara online.

Zainab Abdirahman-Khalif (23) dinyatakan bersalah menjadi anggota organisasi teroris setelah sidang Mahkamah Agung awal tahun ini.

Selama sidang pra-vonis, pengadilan menghadirkann bukti dari psikolog forensic, Loraine Lim, yang mewawancarai Abdirahman-Khalif pada lima kesempatan terpisah.

Baca juga: Terbukti Menjadi Anggota ISIS, Wanita Adelaide Ini Menanti Vonis Pengadilan

Melansir ABC News, Rabu (5/12/2018), Dr Lim - yang menyiapkan laporan untuk tim pembela Abdirahman-Khalif - mengatakan ia merasa sulit untuk terlibat dengan mantan mahasiswa keperawatan itu karena ia sangat berhati-hati dan "meremehkan serta mengelak" tentang perilakunya.

Pengadilan mengungkap, perempuan, yang datang ke Australia ketika ia berusia 13 tahun, itu menjadi radikal dengan menonton materi ekstrimis dan berkomunikasi dengan teroris secara daring.

Dr Lim mengatakan ia menjadi terkucilkan secara sosial setelah putus kuliah. "Internet kemudian menjadi satu-satunya outlet sosialnya, kecuali untuk interaksi dengan keluarganya yang juga terhambat pada waktu itu," katanya.

Selama persidangannya, pengadilan mengungkap, Abdirahman-Khalif berkomunikasi daring dengan tiga perempuan muda Afrika yang melakukan pemboman di Mombasa, Kenya, pada bulan September 2016, yang kemudian mengaku bertanggung jawab.

Dr Lim mengatakan Abdirahman-Khalif berjuang dengan kerentanan psikologis dan para perempuan itu "meminangnya"-nya dengan menawarkan dukungan yang tak ia dapatkan dari orang-orang di sekitarnya di Adelaide.

"Saya ragu perempuan ini benar-benar memiliki persahabatan di benaknya," kata Dr Lim.

Namun, Hakim David Peek mempertanyakan bagaimana Dr Lim bisa mencapai kesimpulan itu mengingat ia belum membaca transkrip dari persidangan atau melihat bukti yang diajukan, termasuk bahwa Abdirahman-Khalif menggunakan foto AK-47 sebagai gambar tampilan daring-nya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More