Forgot Password Register

Kemendag Ungkap Dampak Negatif Cuti Lebaran Ditambah

Kantor Kementerian Perdagangan. (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi Kantor Kementerian Perdagangan. (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi

Pantau.com - Penambahan libur lebaran ini ternyata berdampak pada sektor perdagangan. Seperti diketahui, jumlah cuti bersama libur Lebaran 2018 atau Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah menjadi tiga hari. Sehingga total libur menjadi tujuh hari. Terhitung mulai 11 hingga 20 Juni 2018.

Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita mengungkapkan salah satu dampaknya yaitu, stok produksi akan berkurang lantaran lamanya waktu libur.

"Sisi negatifnya kalau libur kelamaan produksinya agak berkurang," ujarnya saat ditemui di Aula Utama Gedung Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat ( 20/4/2018).

Baca juga: Cuti Lebaran Ditambah, Ini Pengaruhnya untuk Kegiatan Ekonomi

Namun menurutnya, hal tersebut seharusnya dapat diantisipasi dengan menyiapkan stok. Enggartiasto menambahkan, pengusaha harus kerja lebih ekstra untuk menutupi kekosongan stok produksi akibat waktu libur yang diperpanjang.

"Tapi (libur panjang) sekarang diantisipasi oleh para pengusaha, produknya harus distok disiapkan betul," ungkapnya.

Meski demikian, ia juga mengatakan jika masa cuti yang diperpanjang tak memulu berdampak pada sisi negetif. Dampak positifnya, kata Enggartiasto, waktu libur yang panjang dapat membuat kegiatan konsumsi ritel meningkat. 

Baca juga: Suku Bunga Acuan BI Tetap di Angka 4,25 Persen

"Plus minus nya ya ada kegiatan-kegiatan perdagangan ritel meningkat (positifnya), tetapi ya (dengan) logistik penyaluran lebih baik lagi," paparnya.

Keputusan tersebut kata Enggar pasti akan menimbulkan respon baik positif ataupun negatif. "Ada yang mengeluh ada yang senang, yang punya hotel senang, kalau setiap keputusan pasti ada yang suka ada yang tidak suka," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More