Pantau Flash
BI Prediksi Turis Muslim Akan Capai 158 Juta Orang Tahun Depan
Utang Luar Negeri Indonesia Menjadi 395,6 Miliar Dolar AS
Tol Terpeka Digratiskan Selama Sebulan
Tol Terpeka Diklaim Jadi Jalur Produktif Pulau Sumatera-Jawa
Rupiah Menguat 20 Poin, Kini di Angka Rp14.058-14.120

Kemenperin Incar 40 Persen TKDN dalam 5 Tahun Mendatang

Kemenperin Incar 40 Persen TKDN dalam 5 Tahun Mendatang Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Antara)

Pantau.com - Kementerian Perindustrian membidik rata-rata Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sektor industri mencapai 40 persen dalam lima tahun mendatang. Hal itu disampaikan oleh Menteri Agus Gumiwang Kartasasmita.

“Kalau target yang ideal minimal dalam jangka lima tahun, rata-rata kandungan lokal itu sudah 40 persen dari semua sektor. Paling tidak produk yang memakai anggaran Kementerian/Lembaga dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN),” kata Agus Gumiwang Kartasasmita, Jumat (8/11/2019).

Menurut Agus, TKDN setiap sektor industri saat ini berbeda-beda. Namun ia berharap angka rata-rata 40 persen tersebut dapat terealisasi.

“Tujuannya adalah kami ingin menciptakan satu kondisi di mana industri nasional berasa nyaman di rumahnya sendiri,” ungkap Agus.

Baca juga: Kemenperin: Jasa Industri Beri Kontribusi Dongkrak Daya Saing

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kemenperin, Achmad Sigit Dwiwahjono, menjelaskan program P3DN mengatur mengenai kewajiban instansi pemerintah untuk mengoptimalkan penggunaan hasil produksi dalam negeri, terkait dengan kegiatan pengadaan barang/jasa yang dibiayai oleh APBN/APBD.

Selain itu, program ini juga memberikan preferensi kepada barang atau jasa dari produksi dalam negeri yang ada pada proyek-proyek tersebut.

“Hal ini tentu saja memberikan manfaat besar, baik bagi penyelenggara proyek maupun industri dalam negeri yang memproduksi barang,” ujarnya.

Ia menambahkan peran dari P3DN dapat meningkatkan serta mempertahankan utilisasi industri nasional melalui penyediaan jaminan maupun penjagaan terhadap ceruk pasar produk tertentu yang telah diproduksi di dalam negeri.

Selanjutnya, implementasi program ini dapat memberikan ruang bagi industri nasional untuk meningkatkan kapasitas produksi serta kualitas barang dan jasa yang dihasilkan sehingga pada akhirnya mampu bersaing secara mandiri di pasar internasional.

“Sedangkan, dalam aspek untuk mengurangi ketergantungan pasar domestik terhadap produk impor, P3DN juga menjadi proteksi tambahan terhadap potensi pelemahan nilai tukar,” imbuhnya.

Baca juga: Genjot IKM, Kemenperin: Langkah Strategis Merebut Peluang Bonus Demografi

Sigit menyebutkan, beberapa sektor manufaktur di Tanah Air yang telah mengoptimalkan TKDN cukup signifikan dan mampu mendukung pembangunan nasional, antara lain industri penunjang migas, industri ketenagalistrikan, industri alat mesin pertanian, dan industri alat kesehatan.

Kemenperin mencatat, industri penunjang migas memiliki capaian TKDN berkisar antara 25,25 persen-75,09 persen, kemudian di industri ketenagalistrikan memiliki capaian TKDN antara 7 persen-80 persen.

Sementara itu, capaian TKDN di sektor industri alat mesin pertanian berkisar antara 25 persen-62 persen, dan pada sektor industri alat kesehatan dengan capaian TKDN sekitar 6,26 persen-98,52 persen.

“Semakin tinggi capaian TKDN akan semakin banyak komponen dalam negeri yang digunakan, oleh sebab itu perlu ditargetkan peningkatan capaian TKDN pada setiap sektor industri,”tukasnya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Tatang Adhiwidharta
Penulis
Tatang Adhiwidharta
Category
Ekonomi

Berita Terkait: