Forgot Password Register

Kenaikan Rating Utang Indonesia Belum 'Jaga' Rupiah, BI Angkat Bicara

Kenaikan Rating Utang Indonesia Belum 'Jaga' Rupiah, BI Angkat Bicara Uang Rupiah dan Dolar. (Foto: Antara/Sigid Kurniawan)

Pantau.com - Rating International, Moody's menyatakan utang pemerintah Indonesia mendapatkan kenaikan dari Baa2 stable look menjadi Baa3 positive outlook.

Namun kenaikan rating ini ternyata belum berdampak pada kenaikan nilai tukar rupiah yang trennya cenderung masih melemah.

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan, meski ada kenaikan rating ataupun kondisi surplus perekonomian, ada faktor lain yang mempengaruhi tekanan terhadap rupiah.

Baca juga: Sah! Dody Budi Waluyo Jadi Deputi Gubernur BI

"Kita tahu di luar ada perkembangan di AS, trade world, ada kajian temuan tentang kemungkinan red fund rate bisa naik lebih dari tiga kali. Nah itu hal yang memberikan tekanan sehingga rupiah kondisi seperti sekarang," ujarnya saat ditemui di Gedung Mahkamah Agung Jakarta, Rabu (18/4/2018).

Senada dengan Agus, Deputi Gubernur Bank Indonesia yang baru saja dilantik, Doddy Budi Waluyo mengatakan, faktor eksternal sangat berpengaruh dalam tekanan kepada rupiah saat ini. "Karena eksternal masih ada ekspetasi kenaiakn fed funrait 3 kali pasar terus memperhitungkan," katanya. 

Baca juga: Lagi, Sentimen Amerika Serikat Lemahkan Rupiah

Ia berharap kenaikan rating tersebut dapat segera memberikan dampak kepada pemulihan rupiah secara bertahap.

"Tentunya yang perlu dilihat perlemahan yang berlanjut dari rupiah itu tertahan, jadi harapannya dengan menerima kenaikan rating, itu membantu secara beratahap rupiah menguat," ungkapnya.

"Jangan lihat langsung segera menguat tapi rupiah bisa tertahan stabil di level 13.700 itu suau prestasi," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More