Pantau Flash
Joko Driyono Jalani Sidang Vonis Kasus Perusakan Bukti Pengaturan Skor
Sampah Plastik di Jawa Barat Akan Disulap Jadi Biodiesel
Komisi III DPR Gelar Rapat Pleno Bahas Amnesti Baiq Nuril Hari Ini
Cristiano Ronaldo Bebas dari Dakwaan Kasus Pemerkosaan
Intake Manifold Plastik Diketahui Meleleh, Volvo Tarik 507.353 Kendaraan

Kenapa Kenaikan Suku Bunga Belum Berdampak ke Rupiah?

Kenapa Kenaikan Suku Bunga Belum Berdampak ke Rupiah? Bank Indonesia (Foto:Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan BI 7-Days Repo Rate sebesar 25 basis point menjadi 4,50 persen. Namun nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan siang ini masih melanjutkan pelemahannya. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih berada pada angka Rp. 14.150.

Menanggapi hal tersebut pengamat ekonomi, Michael Tjoajadi mengatakan dampak kenaikan suku bunga tidak secara langsung terhadap rupiah. Menurutnya hal tersebut juga berkaitan dengan kondisi pasar.

"Kalau dikatakan dampaknya langsung terhadap rupiah tentu kita tidak bisa mengatakan seperti itu, rupiah itu bagaimanapun dipengaruhi oleh apa yang terjadi juga dengan currency line," ujarnya saat ditemui di Gedung Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (18/5/2018).

Baca juga: Lebaran Masih Lama, Bahan Kue Mulai Naik

Ia menambahkan, bahwa perlu dicermati beberapa mata uang lainpun turut mengalami pelemahan terhadap mata uang AS. 

"Bagaimana juga kita lihat bahwa mata uang lain pun dindunia ini in general melemah pada mata uang Amerika. Dengan bervariasi rangenya tapi melemah," ungkapnya.

Baca juga: Bete Saldo Tak Kunjung Masuk? Coba Cek Jenis Transferan Anda

Angka 25 basis point dinilainya akan menyesuaikan sesuai dengan perkembangan di pasar sehingga efektivitasnya memerlukan waktu. Namun ia menilai kenaikkan suku bunga ini membuktikan Bank Indonesia hadir untuk melihat kondisi pasar.

"Cukup atau tidak itu akan sangat tergantung bagaimana karena kita bereaksi terhadap apa yang terjadi di Moneter Fed, tapi bagaimana pun kita harus mengantisipasi, pasar cukup atau tidak perkembangan disana nantinya," katanya.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Nani Suherni
Penulis
Nani Suherni
Reporter
Ratih Prastika
Category
Ekonomi

Berita Terkait: