Pantau Flash
Jokowi kepada Seluruh Kementerian: Belanjakan DIPA 2020 Secepat-cepatnya
Timnas U-22 Indonesia Terancam Tanpa Pemain Senior di SEA Games 2019
YLKI Desak Anies Baswedan Atur Keberadaan Otopet Listrik
Puan: Brimob Harus Makin Galak dengan Terorisme!
Penerimaan Bea Keluar Nikel Ekspor Melonjak Akibat Larangan Ekspor

Kenapa Menteri Perhubungan Minta Garuda-Sriwijaya Lebih Berhati-hati?

Kenapa Menteri Perhubungan Minta Garuda-Sriwijaya Lebih Berhati-hati? Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (Foto: Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air lebih berhati-hati terkait kerja sama manajeman yang berpengaruh terhadap karyawan dan pelayanan kepada masyarakat. Budi mengatakan sudah bertemu dengan kedua pihak tersebut.

"Kita sudah bertemu, kita sudah memanggil mereka intinya kita mengharapkan, karena melayani masyarakat, agar mereka berhati-hati dengan cermat," katanya.

Budi mengaku pihaknya tidak bisa melakukan intervensi terlalu jauh karena hal itu merupakan kerja sama antarbisnis (business to business/B to B) kedua pihak, Garuda dan Sriwijaya.

Baca juga: Boeing Klaim Tetap Bayar Kompensasi Rp2 Miliar untuk Keluarga Korban

"Kami enggak bisa masuk secara jauh. Ada peran masing-masing yang harus menyelesaikan. Harapan kita Garuda dan Sriwijaya mencari jalan keluar supaya ini selesai," katanya.

Pernyataan tersebut menyusul adanya perombakan direksi Sriwijaya Air oleh pemegang saham beberapa waktu lalu yang berujung pada polemik dan protes karyawan Sriwijaya Air.

Direksi yang dirombak beberapa waktu lalu adalah tiga perwakilan dari Garuda Indonesia yang ditempatkan di Sriwijaya Air untuk membantu permasalahan keuangan perusahaan, di antaranya Joseph Andrian Saul sebagai Direktur Utama, Harkandri M. Dahler yang menjabat Direktur Sumber Daya Manusia dan Layanan, dan Joseph K. Tendean selaku Direktur Komersial.

Baca juga: PM Australia Desak China Stop Berlaga Jadi Negara Berkembang

Perombakan direksi tersebut menyebabkan keresahan di antara karyawan Sriwjaya Air karena akan mempengaruhi kerja sama dengan PT Citilink Indonesia, anak perusahaan PT Garuda Indonesia, sebab erat kaitannya dengan kesejahteraan karyawan.

Dalam surat pemberitahuan yang berkop logo serta nama maskapai Sriwijaya Air bernomor 001/Plt.DZ/EXT/SJ/IX/2019 yang menyatakan bahwa Direktur Utama Sriwijaya Air Joseph Adrian Saul diberhentikan sementara pada Senin (9/9).

Dalam surat tersebut juga diumumkan Pelaksana Tugas Direktur Utama yang baru, yakni Anthony Raimond Tampubulon.

Selain itu, Amirullah Hakiem selaku Direktur Keuangan, Fadjar Semiarto selaku Direktur Operasi, Romdani selaku Direktur Perawatan dan Teknik dan Toto Soebandoro selaku Direktur (DV).

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: