Pantau Flash
Marcus/Kevin Perpanjang Rekor Buruk Jumpa Endo/Watanabe
10 Tempat Kerja Terbaik di Singapura, Google Nomor 1
Iwan Bule Sebut Penggawa Timnas U-22 Bisa Bela Tim Senior
Greys/Apri Gagal Lolos ke Semifinal BWF World Tour Finals 2019
Waskita Bantah Kabar di Medsos yang Sebut Tol Layang Japek Meliuk-liuk

Kivlan Zen Dirawat Di RSPAD, Disebut Sakit Cukup Parah

Kivlan Zen Dirawat Di RSPAD, Disebut Sakit Cukup Parah Kivlan Zen saat jalani pemeriksaan (Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay)

Pantau.com - Terdakwa kasus kepemilikan senjata api, Kivlan Zen disebut menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, lantaran didiagnosa mengidap infeksi paru-paru yang cukup parah.

Kuasa hukum Kivlan Zen, Tonin Tachta mengatakan kliennya itu menjalani perawatan intensif sejak Senin (16/9/2019).

"Pak Kivlan menderita infeksi paru-paru stadium 2 dan beberapa penyakit komplikasi juga diidap beliau," ucap Tonin saat dikonfirmasi, Selasa (17/9/2019).

Baca juga: Kivlan Zen Sempat Beri Uang Rp25 Juta untuk Mata-matai Wiranto dan Luhut

Terkait dengan perawatan itu, Tonin menyebut bahwa telah mengantongi izin dari majelis hakim agar kliennya dapat menjalani perawatan di luar Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya.

Izin perawatan itu disebut Tonin telah tertuang dalam surat penetapan nomor 960/Pid.Sus-TPK/2019/PN Jkt.Pst yang ditanda tangani oleh Hakim Ketua, Hariono, dan dua hakim anggota, yakni, Hastopo dan Saifudin Zuhri.

Lebih jauh, Tonin menyebut bahwa penyakit yang diderita kliennya itu kembali kambuh lantaran usia Kivlan yang sudah mencapai 73 tahun.

"Kemungkinan diduga karena udara atau faktor ketersediaan sumber pernafasan di Rutan Polda Metro Jaya dengan usia 73 tahun," pungkas Tonin.

Baca juga: Polisi Limpahkan Kivlan Zen dan Barang Bukti ke Kejari Jakpus

Untuk diketahui, Kivlan didakwa menguasai senjata api ilegal. Dia disebut menguasai empat pucuk senjata api dan 117 peluru tajam. Dalam sidang perdana Kivlan, jaksa penuntut umum melakukan dua kali pembacaan dakwaan.

Dakwaan pertama Kivlan dijerat pidana dengan pasal 1 ayat 1 UU No. 12/1951 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan pada dakwaan kedua, Kivlan dijerat pidana dengan pasal 1 ayat 1 UU No. 12/1951 jo pasal 56 ayat (1) KUHP.

Selain itu, Kivlan sebelumnya sempat mengajukan permohonan kepada majelis hakim untuk berobat ke RSPAD. Penyampaian itu dilakukan usai jaksa membacakan dakwaan terhadap dirinya dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (10/9/2019).

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - RZK
Category
Nasional

Berita Terkait: