Forgot Password Register

Korsel Bakal Turun Gunung Redam Ancaman Korut Terhadap AS

Korsel Bakal Turun Gunung Redam Ancaman Korut Terhadap AS Bendera Korea Utara. (Foto: Reuters/Jorge Silva)

Pantau.com - Korea Selatan mengatakan akan berusaha untuk menengahi sedikit gemiricik antara Amerika Serikat dan Korea Utara jelang pertemuannya bersejarah pada 12 Juni mendatang di Singapura.

Dikutip Pantau.com dari Reuters, Kamis (17/5/2018), Korea Utara mengancam tidak akan menghadiri pertemuan dengan AS tersebut jika Presiden Donald Trump terus memaksa pihaknya secara sepihak meninggalkan persenjataan nuklirnya.

Surat kabar Asahi Jepang pada hari Kamis melaporkan Amerika Serikat telah meminta Korea Utara mengirimkan beberapa hulu ledak nuklir, rudal balistik antarbenua (ICBM) dan bahan nuklir lainnya ke luar negeri dalam waktu enam bulan.

Baca juga: Korut Ancam Batalkan Pertemuan Bersejarah 12 Juni, Trump Angkat Bicara

AS menuntut Korea Utara mengirimkan beberapa hulu ledak nuklir, ICBM ke luar negeri dalam waktu enam bulan.

Surat kabar itu, mengutip beberapa sumber yang akrab dengan masalah Korea Utara, mengatakan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan jika Korut mungkin dikeluarkan dari daftar sponsor negara terorisme jika kapal itu mengeluarkan mereka item nuklir.

Asahi juga melaporkan bahwa jika Korut setuju untuk menyelesaikan, denuklirisasi yang dapat diverifikasi, dan dapat dibatalkan pada pertemuan puncak Singapura yang direncanakan, Washington sedang mempertimbangkan memberikan jaminan untuk rezim Kim.

Baca juga: Mendadak 'Panas', Korut Ancam AS Usai Batalkan Pertemuan dengan Korsel

Sebelumnya diberitakan, Korea Utara mengancam akan membatalkan pertemuannya dengan Amerika Serikat yang rencananya akan digelar pada 12 juni mendatang di Singapura.

Menanggapi hal itu, Presiden AS Donald Trump mengaku tidak ambil pusing soal ancaman tersebut. Pasalnya, hingga kini ia belum menerima pemberitahuan soal itu.

"Kami belum diberitahu sama sekali. Kami harus melihatnya," kata Trump di Oval Office melansir AFP.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More