Forgot Password Register

KPK Terus 'Kuliti' Kasus Suap Kabupaten Labuanbatu Terkait Penerimaan Lain

KPK Terus 'Kuliti' Kasus Suap Kabupaten Labuanbatu Terkait Penerimaan Lain Juru bicara KPK Febri Diansyah (kiri) (Foto: Antara)

Pantau.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengidentifikasi dugaan penerimaan lain terkait proyek-proyek di Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatera Utara dengan jumlah sampai saat ini sekitar Rp40 miliar.

"KPK sedang melakukan identifikasi dugaan penerimaan lain terkait proyek-proyek di Labuhanbatu, dengan jumlah sampai saat ini sekitar Rp40 miliar. Penyidik masih terus mendalami dugaan penerimaan lainnya," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Rabu (12/9/2018).

Untuk diketahui, KPK telah menetapkan tiga tersangka kasus suap proyek-proyek di lingkungan Pemkab Labuhanbatu Tahun Anggaran 2018 antara lain Bupati Labuhanbatu nonaktif Pangonal Harahap (PHH), Effendy Sahputra (ES) berprofesi sebagai wiraswasta, dan Umar Ritonga (UMR) yang merupakan orang dekat Pangonal.

Baca juga: Tim KPK Kembali Geledah Ruang Kantor Bupati Labuhanbatu

"Nilai ini berkembang jauh dari bukti awal yang disita KPK saat tangkap tangan dilakukan, yaitu bukti transfer Rp576 juta," ungkap Febri.

Untuk kepentingan asset recovery atau pemulihan aset dalam kasus ini, kata Febri, KPK juga melakukan pemetaan aset yang diduga berasal dari fee proyek tersebut.

"Selain itu, kami juga mengingatkan agar jika ada pihak-pihak di Labuhanbatu atau Sumatera utara secara umum ditawarkan aset yang terkait dengan tersangka PHH, agar berhati-hati dan segera menyampaikan informasi pada KPK," kata Febri.

Untuk tersangka Umar Ritonga sampai saat ini belum ditemukan dan telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

KPK menduga Pangonal menerima Rp576 juta dari Effendy Sahputra terkait proyek-proyek di lingkungan kabupaten Labuhanbatu, Sumut TA 2018 senilai Rp576 juta yang merupakan bagian dari pemenuhan dari permintaan Bupati sekitar Rp3 miliar.

Sebelumnya sekitar bulan Juli 2018 diduga telah terjadi penyerahan cek sebesar Rp1,5 miliar, namun tidak berhasil dicairkan.

Baca juga: 22 Hari Berlalu, KPK Masih Belum Temukan Buronan Kasus Suap di Labuhanbatu

Tersangka pemberi suap adalah Effendy Sahputra yang disangkakan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau pasal 13 UU No 31 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sedangkan tersangka penerima suap adalah Pangonal Harahap dan Umar Ritonga yang disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU No 31 Tahun 1999 tentang sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-l KUHP.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More