Pantau Flash
Indonesia Buka Kantor Konsul Kehormatan Pertama di St Christopher dan Navis
Kapten Persija Akui Perubahan Pelatih Pengaruhi Performa Tim
Ada UU Pangan, Pengusaha Tekstil Pertanyakan Kapan Kemunculan UU Sandang
Di Tengah Krisis Boeing, Airbus Malah Tingkatkan Kerja Sama di China
Lebanon Bebaskan Satu Orang yang Dituduh Ingin Ledakkan Bandara Sydney

KPK Tetapkan 2 Tersangka dalam Kasus Korupsi Jembatan Bangkinang Riau

Headline
KPK Tetapkan 2 Tersangka dalam Kasus Korupsi Jembatan Bangkinang Riau Konpers KPK (Foto: Pantau.com/Lilis Varwati)

Pantau.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan dua orang sebagai tersangka terkait proyek infrastruktur pengadaan dan pelaksanaan pekerjaan pembangunan Jembatan Waterfront City atau Jembatan Bangkinang Tahun Anggaran 2015-2016 di Kabupaten Kampar, Riau.

Kedua pihak yang ditetapkan sebagai tersangka yaitu Pejabat Pembuat Komitmen Pembangunan Jembatan Waterfront Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Kampar, Adnan (AND); dan Manajer Wilayah ll PT Wijaya Karya (Persero) Tbk/Manajer Divisi Operasi I PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, I Ketut Suarbawa (IKS).

"KPK telah menyelesaikan penyelidikan dengan mengumpulkan informasi dan data hingga terpenuhinya bukti permulaan yang cukup. Maka, KPK meningkatkan perkara ini ke tingkat penyidikan," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jl. Kuningan Mulia, Jakarta Selatan, Kamis (14/3/2019).

Baca juga: Dilimpahkan ke Pengadilan, Taufik Kurniawan Segera Jalani Persidangan

Saut menyebut, nilai proyek pembangunan Jembatan Waterfront City secara tahun jamak di Tahun Anggaran 2015 dan 2016 itu senilai Rp117,68 miliar.

Kedua tersangka itu diduga telah melakukan tindak pidana korupsi yang menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang menyebabkan kerugian negara.

"Diduga dalam proyek ini telah terjadi kerugian keuangan negara setidak-tidaknya sekitar Rp39,2 miliar," katanya.

Atas dasar itu, dua tersangka tersebut disangkakan melanggar pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca juga: Sempat Ajukan Banding, Kenapa KPK Akhirnya Terima Vonis Eddy Sindoro?

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Adryan Novandia
Reporter
Lilis Varwati
Category
Nasional

Berita Terkait: