Pantau Flash
Indonesia Buka Kantor Konsul Kehormatan Pertama di St Christopher dan Navis
Kapten Persija Akui Perubahan Pelatih Pengaruhi Performa Tim
Ada UU Pangan, Pengusaha Tekstil Pertanyakan Kapan Kemunculan UU Sandang
Di Tengah Krisis Boeing, Airbus Malah Tingkatkan Kerja Sama di China
Lebanon Bebaskan Satu Orang yang Dituduh Ingin Ledakkan Bandara Sydney

Dilimpahkan ke Pengadilan, Taufik Kurniawan Segera Jalani Persidangan

Dilimpahkan ke Pengadilan, Taufik Kurniawan Segera Jalani Persidangan Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan (Foto: Istimewa)

Pantau.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melimpahkan surat dakwaan wakil ketua DPR Taufik Kurniawan ke Pengadilan Negeri Semarang. Dakwaan tersebut terkait kasus suap pembahasan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik pada APBN-P 2016 untuk alokasi ABPD-P Pemkab Kebumen.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan setelah pelimpahan dakwaan, PN Semarang akan menjadwalkan waktu sidang Taufik Kurniawan.

"Hari ini, Kamis 14 Maret 2019, Penuntut Umum KPK telah melimpahkan Dakwaan dan Berkas Perkara atas nama terdakwa Taufik Kurniawan, Wakil Ketua DPR-RI ke PN Semarang. Berikutnya jadwal sidang dan majelis hakim akan ditentukan oleh pihak PN Semarang," kata Febri kepada wartawan, Kamis (14/3/2019).

Baca juga: KPK Ingin Taufik Kurniawan Segera Disidang, Ini Alasannya

Selain itu, lanjut Febri, politisi PAN itu juga dipindahkan tempat penahanannya ke Rutan Polda.

"Pemindahan penahanan terhadap terdakwa di Rutan Polda Jawa Tengah untuk menunggu jadwal persidangan di Pengadilan Tipikor pada PN Semarang. Tim membawa terdakwa pukul 06.30 dan sampai di Rutan Polda sekitar Pukul 11.00 WIB. Terkait dengan pakaian selama di rutan, hal tersebut menyesuaikan dengan aturan Rutan setempat," katanya.

KPK menetapkan status tersangka kepada Taufik sejak akhir Oktober 2018 lalu. Taufik Kurniawan ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menerima suap sebanyak Rp3,65 miliar.

Baca juga: Taufik Kurniawan Kembalikan Uang Rp3,65 Miliar ke KPK

Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan menyebutkan suap tersebut diberikan oleh Bupati Kebumen 2016-2021 Muhammad Yahya Fuad.

Kasus tersebut merupakan pengembangan dari operasi tangkap tangan KPK pada 15 Oktober 2016 yang melibatkan satu orang anggota DPRD Kebumen dan satu orang PNS di dinas Pariwisata Pemkab Kebumen.

Dalam prosesnya KPK kembali menetapkan sembilan orang tersangka, salah satunya Bupati Kebumen Muhammad Yahya Fuad. 

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Sigit Rilo Pambudi
Reporter
Lilis Varwati
Category
Nasional

Berita Terkait: