Pantau Flash
Demi Layani Masyarakat Lebih Maksimal, Jasa Raharja Perkuat Aplikasi JRku
KPK Panggil Sekjen DPR RI Jadi Saksi Kasus Impor Bawang Putih
LAPAN Bangun Bandar Antariksa di Biak Tahun 2020 Mendatang
25 Kelurahan di DKI Jakarta Masuk Kategori Rawan Banjir
Aceh Juga Diguncang Gempa Magnitudo 5,1

Kriss Hatta Berencana Ajukan Penangguhan Penahanan ke Jaksa

Kriss Hatta Berencana Ajukan Penangguhan Penahanan ke Jaksa

Pantau.com - Polisi telah melimpahkan barang bukti dan juga tersangka, Kriss Hatta, dengan kasus dugaan penganiayaan yang telah masuk ke tahap dua usai pihak Kejaksaan menyimpulkan berkas berkata dalam perkara itu telah lengkap atau P21.

Untuk itu, pihak kuasa hukum Kriss Hatta telah menyiapkan rencana dengan mengajukan permohonan penangguhan penahanan kepada pihak Kejaksaan.

"Kami akan menyiapkan segala sesuatu terkait adanya tahap kedua ini. Berarti kami akan mengajukan ke kejaksaan permohonan penangguhan penahanan," ucap kuasa hukum Kriss Hatta, Denny Lubis di Polda Metro Jaya, Kamis (19/9/2019).

Baca juga: Berkas Lengkap, Kriss Hatta Segera Disidangkan

Untuk permohonan penangguhan penahana itu, kata Denny, telah dikirimkan ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta pada hari ini. Selain itu, pihaknya juga mengirimkan surat kebeberapa instansi terkait guna meminta perlindungan hukum.

"Kriss selaku terlapor telah mengirim surat ke beberapa lembaga yang ditujukan ke Kapolri untuk mohon perlindungan hukum atas dirinya," ungkap Denny.

"Karena dia (Kriss Hatta) merasa sebagai orang yang dilaporkan telah melakukan upaya perdamaian, upaya-upaya terbaik untuk diselesaikan perkara ini, namun pihak kepolisian tetap melakukan upaya P2," sambungnya.

Bahkan, sambung Denny, pihaknya juga telah menulis surat permintaan perlindungan hukum yang ditujukan ke Presiden Joko Widodo.

"Kriss sudah melakukan prrmohonana ditujukan ke Kapolri. Surat berisi permohonan selama masa penahanan dan ini sudah kita lakukan tembusan kepada Presiden RI, Ketua Ombudsman, Ketua Komisi 3 dan sudah dicap semuanya. Semoga ada perlindungan hukum," pungkas Denny.

Untuk diketahui, Kriss Hatta harus berurusan dengan polisi lantaran terlibat kasus dugaan penganiayaan di salah satu tempat hiburan malam di kawasan Jakarta.

Akibat kejadian itu, korban yang merupakan artis FTV Antony Hillenaar itu mengalami patah hidung. Laporan atas kasus itu telah tertuang dalam laporan polisi nomor LP/2109/IV/2019/PMJ/Dit. Reskrimum tanggal 6 April 2019.

Sehingga, akibat perbuatannya, Kriss Hatta dijerat dengan Pasal 351 tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman penjara 2 tahun 8 bulan.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - RZK
Category
Nasional

Berita Terkait: