Pantau Flash
Jubir KPK: Tak Ada Ketentuan Pimpinan Harus Perwakilan Institusi Tertentu
Nunung Sudah Jadi Incaran Polisi Sejak 5 Bulan Lalu
Sabu 2 Gram yang Baru Dibeli Nunung Masih Belum Ditemukan
JK Isyaratkan Gerindra Lebih Baik Jadi Oposisi Demi Keseimbangan
Unggul Head to Head dengan Li/Liu, Minions Ogah Pandang Remeh

KTT Trump-Kim Digelar Akhir Bulan, Presiden Korsel: Langkah Perdamaian untuk Semenanjung Korea

KTT Trump-Kim Digelar Akhir Bulan, Presiden Korsel: Langkah Perdamaian untuk Semenanjung Korea Presiden Korea Selatan Moon Jae-in. (Foto: Reuters/Kim Hong-Ji)

Pantau.com - Presiden Korea Selatan Moon Jae-in menyatakan harapannya kepada KTT Jilid II antara pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan membawa perdamaian di Semenanjung Korea.

"Pertemuan puncak akan menjadi titik balik kritis bagi denuklirisasi di Semenanjung Korea dan proses penciptaan perdamaian," ucap Moon Jae-in dalam pertemuan pada Senin (11 Januari 2019).

Baca juga: KTT Jilid II Trump-Kim Digelar Akhir Bulan di Vietnam

Presiden Donald Trump dan Presiden Korea Utara Kim Jong-un dijadwalkan akan menggelar pertemuan puncak kedua pada 27-28 Gebruari mendatang di Vietnam.

"KTT akan menjadi kesempatan bagi kedua Korea untuk meningkatkan hubungan negara," kata Moon, seperti dilansir Anadolu, Selasa (12/2/2019).

KTT di Vietnam antara Trump dan Kim akan menjadi pertemuan puncak kedua, setelah KTT pertama yang digelar di Singapura pada tahun lalu, yang bertujuan untuk menghentikan program nuklir Pyongyang dan pencabutan sanksi PBB terhadap negara tersebut.

Baca juga: Jelang KTT Jilid II, Kim Jong Un Lempar Pujian Nih ke Donald Trump

Sementara itu, surat kabar The Chosunilbo di Seoul mengatakan Dewan Keamanan PBB telah memberikan pembebasan sanksi yang relatif banyak untuk bantuan kemanusiaan ke Korea Utara. Meski demikian, Korea Utara terus berusaha meminta pembebasan dari sanksi-sanksi PBB guna meningkatkan kepercayaan menjelang KTT jilid II.

"Ini mungkin langkah sengaja dari AS, anggota tetap PBB, untuk membujuk Korea Utara agar menghentikan program nuklirnya," kata surat kabar itu.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi
Category
Internasional

Berita Terkait: