Pantau Flash
Ditugaskan Impor 50.000 Ton Daging Sapi Brazil, 3 BUMN Ini Belum Urus Izin
Thailand Terancam Krisis Ekonomi karena Tuduhan Manipulasi Pemilu
Lahir dengan Koneksi Internet dan Medsos, Gen Z Waspadai Depresi
Fasilitas Kilang Aramco Diserang, Saudi Genjot Pemulihkan Produksi Minyak
Jelang Setahun Gempa Sulteng, 216 Narapidana Belum Kembali

Kurangnya Jam Istirahat di Sekolah Pengaruhi Tumbuh Kembang Anak

 Kurangnya Jam Istirahat di Sekolah Pengaruhi Tumbuh Kembang Anak Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Jika dibandingkan pada tahun-tahun sebelumnya, istirahat sekolah diberi waktu 60 menit atau lebih, kini berkurang jadi berkisar 30 hingga 45 menit. Tapi faktanya menurut penelitian perubahan itu menganggu kesehatan para pelajar.

Baca juga: Enda 'Ungu' Akan Marah Jika Anak-Anaknya Lakukan Hal Ini

Diwartakan laman Metro, Jumat (10/5/2019) penelitian yang dilakukan Institut Pendidikan University College London (UCL) ini menyebutkan perubahan ini membuat para pelajar kehilangan kesempatan untuk bersosialisasi dan berolahraga.

Anak-anak berusia lima hingga tujuh tahun hanya memiliki waktu istirahat 45 menit lebih saat sekolah, dibanding pelajar di usia yang sama pada tahun 1995. Hal ini juga tidak seperti pada 2006 anak-anak mendapat kesempatan bertemu teman sebayanya secara pribadi tanpa unsur belajar.

Penelitian ini juga menyebut anak berusia 11 hingga 16 tahun hanya memiliki waktu istirahat kurang dari 65 menit. Bahkan dari lima sekolah di Inggris dikatakan tidak ada waktu istirahat untuk anak-anak yang berperilaku buruk dan harus menyelesaikan tugasnya.

"Meskipun jam sekolah tidak ada yang berubah, tapi waktu istirahat di sekolah semakin diperas, dan berpotensi menyebabkan masalah serius pada perkembangan sosial anak-anak," ujar Dr.Ed Baines Peneliti Utama.

"Tidak hanya waktu istirahat, kesempatan bagi anak-anak untuk mendapatkan latihan fisik (berkurang)," tambahnya.

Padahal menurut Dr.Ed aktivitas fisik sangatlah diperlukan, mengingat semakin meningkatnya angka obesitas pada anak-anak, atau masalah kesehatan lainnya yang semakin mudah menyerang anak-anak.

Pada 1995 ditemukan, sebanyak 13 persen sekolah memiliki istirahat siang, tapi kini dilaporkan hanya satu persen sekolah menengah yang memilikinya.

Baca juga: Didik Keras Anak-anaknya Soal Ibadah, Enda 'Ungu' Jadi Panutan

"Pada suatu waktu, istirahat siang adalah pengalaman berharga bagi hampir semua anak di sekolah dasar, dan sekarang kesempatan itu semakin berkurang," tuturnya.

Karena hal ini juga, anak-anak hampir tidak memiliki cukup waktu untuk mengantri dan makan siang, apalagi jika ingin memiliki waktu bersosialisasi, latihan, atau menjalani aneka kegiatan yang disukainya.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Gilang K. Candra Respaty
Reporter
Dini Afrianti Efendi
Category
Ragam

Berita Terkait: