Forgot Password Register

Manfaat Besar Keju yang Tak Banyak Diketahui, Salah Satunya Bikin Panjang Umur

Ilustrasi (Foto: Pixabay) Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Menurut sebuah penelitian dari Universitas Texas A&M, mengonsumsi keju ternyata bisa menghentikan perkembangan sel kanker hati dan menyehatkan hati. Bahkan keju jenis brie dan cheddar berpotensi bisa meningkatkan harapan hidup hingga 25 persen.

Hal ini karena keju mengandung senyawa yang disebut 'Spermidine' yang bisa mencegah fibrosis hati dan 'karsinoma hepatoselular', yakni jenis kanker hati yang paling umum.

"Untuk memperpanjang usia biasanya bisa dengan cara mengurangi jumlah kalori, membatasi metionin (sejenis asam amino yang ditemukan pada daging dan protein lainnya) dalam makanan, dan mengonsumsi sejenis obat bernama Rapamycin. Tapi cara tersebut memiliki efek samping. Apalagi Rapamycin bisa menekan sistem kekebalan tubuh. Oleh karena itu, Spermidine adalah pilihan yang lebih baik," kata Leyuan Liu, asisten profesor di Universitas Texas A&M kepada The Telegraph.

Baca juga: Ahli Diet Klaim Pizza Lebih Sehat untuk Sarapan Dibanding Sereal

Meskipun keju memiliki reputasi buruk karena mengandung lemak jenuh yang tinggi, namun penelitian yang mengatakan keju banyak memilki manfaat tersembunyi juga sudah dibuktikan sebelumnya.

Adapun manfaat keju yang jarang diketahui masyarakat luas adalah sebagai berikut:

1. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Sebuah penelitian di tahun 2010 menemukan bahwa mengonsumsi sepotong keju setiap hari berpotensi menambah sistem kekebalan tubuh orang lanjut usia.

Penelitian tersebut dilakukan oleh para ilmuwan dari Universitas Turku di Finlandia, menemukan bahwa keju probiotik memiliki kemampuan untuk mencegah kerusakan sistem kekebalan tubuh yang terkait dengan usia.

"Bakteri probiotik dilaporkan bisa meningkatkan respon kekebalan tubuh dan sekarang kami telah menunjukkan bahwa asupan keju probiotik secara teratur dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, khususnya untuk orang yang sudah tua," tutur penulis utama penelitian ini, Dr. Fandi Ibrahim.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More