Forgot Password Register

Headlines

Mantap Nih! Peringati Hari Pahlawan, Museum Nasional Gelar Pameran Bertajuk 'Surat Pendiri Bangsa'

Mantap Nih! Peringati Hari Pahlawan, Museum Nasional Gelar Pameran Bertajuk 'Surat Pendiri Bangsa' Pameran Surat Pendiri Bangsa di Museum Nasional. (Foto: Instagram/museum_nasional_indonesia)

Pantau.com - Sebanyak 25 surat dari para pendiri bangsa dipamerkan di Museum Nasional, Jakarta pada 10-22 November mendatang, dalam pameran yang bertajuk Surat Pendiri Bangsa.

Kurator Pameran Bonnie Triyana mengatakan, surat yang akan dipamerkan antara lain milik Soekarno, Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, Tan Malaka, Kartini, Agus Salim, John Lie, dan Ki Hajar Dewantara.

"Tokoh pendiri yang dipilih tentunya yang suratnya masih ada dan dapat menggambarkan diri penulis maupun situasi saat itu," kata Bonnie pada Sabtu (10/11/2018).

Bonnie mengatakan, pameran Surat Pendiri Bangsa diharapkan dapat menstimulus para kaum muda untuk melihat sejarah atau informasi dari sumber utamanya.

Baca juga: Ini 4 Alasan Kenapa Kamu Harus Kunjungi 'New' Museum BI Weekend Ini

Surat-surat tersebut didapat dari koleksi berbagai instansi maupun koleksi pribadi, antara lain Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Museum Taman Siswa, Museum Peranakan Tiongha, Arsip Nasional Belanda, dan International Instituut voor Sociale Geschiedenis.

Sementara itu, koleksi pribadi dari keluarga Mohammad Hatta yang dimiliki Gemala Hatta, surat Sutan Sjahrir dari koleksi guru besar sastra dan peradaban Belanda di Universitas Sorbone, Paris, yakni Kees Snoek, serta surat Tan Malaka dari sejarahwan Harry Poeze.

Sementara itu Direktur Sejarah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Triana Wulandari mengatakan, pameran tersebut merupakan kolaborasi Kemendikbud dengan Historia.id.

Pameran ini ingin memberikan akses kepada bulik tentang arsip-arsip yang selama ini tidak dapat dilihat secara langsung.

Surat-surat yang disajikan sebagian besar adalah surat asli, ada beberapa yang telah diduplikasi. Dia mengatakan hampir semua surat ditulis dalam Bahasa Belanda.

"Kali ini surat-surat tersebut telah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia dan diberikan penjelasan yang kontekstual," kata Triana.

Baca juga: Di Hari Pahlawan, Belajar dari Nilai Pengabdian

Share :
Komentar :

Terkait

Read More